Minsel, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui tim dosen dan mahasiswa melaksanakan Program Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM) di Desa Talaitad Utara (Talaut), Kecamatan Suluun Tareran, Minahasa Selatan, Senin (1/09/2025).

Kegiatan ini mengusung judul “Pengembangan Sentra Gula Semut Berkelanjutan melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Produksi dan Pemasaran pada Kelompok Tani Pengolah Nira Aren di Desa Talaitad Utara”

Program ini melibatkan Kelompok Tani Talaut (Talaitad Utara) Jaya sebagai mitra utama. Dalam kegiatan ini, Polimdo memperkenalkan dan menginstalasi teknologi tepat guna berupa mesin pengolahan gula semut yang terintegrasi dengan sistem energi surya (photovoltaic system).
Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta menjaga konsistensi mutu produk gula semut.
Ketua tim pengabdian, Arief Perdana Kumaat, SE, MM, menjelaskan bahwa penerapan teknologi ini bukan hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga untuk memperkuat kelembagaan kelompok tani serta mendukung strategi pemasaran berbasis digital.
“Kami berharap melalui program ini, Kelompok Tani Talaut Jaya dapat menjadi sentra gula semut yang mandiri, ramah lingkungan, dan berdaya saing di pasar lokal maupun nasional,” ungkapnya, didampingi dengan anggota tim pengabdian, I Gede Para Atmaja, ST, MT, serta Melky K. E. Paendong, SE., MBA, dan Misael A. Walangitan, S.Pd., MM.
Selain instalasi teknologi, tim Polimdo juga memberikan pelatihan mengenai manajemen usaha, pengemasan produk, dan strategi pemasaran digital sebagai bagian pokok dalam pelaksanaan program PBM ini.
Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari anggota kelompok tani, yang menilai bahwa pendampingan ini membuka peluang baru untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Kepala Desa Talaitad Utara, Fadli K. R. Langi ST, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Polimdo.
“Program ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya petani nira aren, agar lebih produktif dan siap menghadapi persaingan pasar. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Dengan adanya program ini, Desa Talaitad Utara diproyeksikan menjadi salah satu sentra pengolahan gula semut berkelanjutan di Sulawesi Utara. Ke depan, diharapkan model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna ini dapat direplikasi di desa-desa lain yang memiliki potensi serupa. (*)
Editor: Mekel Pontolondo


Discussion about this post