Manado, Barta1.com – Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, publik dikejutkan dengan viralnya bendera Jolly Roger sebagai simbol bajak laut dari anime dan manga populer One Piece, yang berkibar berdampingan dengan Sang Merah Putih. Fenomena ini menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai kalangan, mulai dari penggemar budaya pop hingga tokoh politik.
Bendera berwarna hitam dengan gambar tengkorak bertopi jerami melambangkan kelompok bajak laut yang dipimpin Luffy menarik perhatian, karena dianggap tidak lazim dikibarkan dalam konteks perayaan kemerdekaan Indonesia.
Menurut laporan dari DetikJogja, dalam dunia One Piece, setiap Jolly Roger dirancang sesuai kepribadian kapten kapal. Simbol tersebut mencerminkan nilai-nilai yang diperjuangkan sang kapten. Misalnya, bendera Topi Jerami mencerminkan semangat kebebasan Luffy dalam mengejar impiannya menjadi Raja Bajak Laut (Pirate King). Sementara itu, Jolly Roger milik Shirohige memiliki desain khas dengan kumis besar yang mencerminkan keunikannya.
Di Indonesia, sebagian pihak memaknai pengibaran Jolly Roger ini sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan atau ekspresi atas kebebasan berpendapat. Namun, tak sedikit pula yang menilai tindakan ini sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap simbol negara.
Salah satu penolakan datang dari politisi Partai Demokrat Sulawesi Utara, Ronald Sampel, Rabu (6/08/2025. Ia menegaskan bahwa hanya Bendera Merah Putih layak dikibarkan di momen kenegaraan seperti ini.
“Lambang negara kita adalah Merah Putih, bukan One Piece. Apa yang disampaikan oleh Sekjend Demokrat untuk tidak mengibarkan bendera lain harus diikuti oleh semua kader,” ujar Sampel tegas.
Ia menambahkan, akan ada imbauan resmi agar masyarakat tidak mengibarkan bendera apa pun selain Merah Putih, terlebih dalam konteks perayaan kemerdekaan.
“Saya rasa ini persoalan prinsip. Sekali lagi, jangan ada bendera lain selain Merah Putih,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post