• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Juni 23, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

43 Ribu Lebih Warga Tewas di Gaza, Terbanyak Wanita dan Anak

by Agustinus Hari
29 Oktober 2024
in News
0
43 Ribu Lebih Warga Tewas di Gaza, Terbanyak Wanita dan Anak

Kondisi di Gaza yang entah kapan berakhir. (foto: Suara.com/AFP)

0
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gaza, Barta1.com – Kondisi Gaza makin memprihatinkan. Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan jumlah korban tewas dalam konflik berkepanjangan di Gaza telah melewati angka 43.000 orang. Lebih dari setengah jumlah korban adalah wanita dan anak-anak. Hanya dalam dua hari terakhir, sebanyak 96 orang dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit Gaza.

Konflik ini semakin memburuk setelah militer Israel meluncurkan operasi besar di wilayah utara Gaza. Pada akhir pekan lalu, pasukan Israel menggerebek Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahiya, menangkap sekitar 100 orang yang diduga sebagai militan Hamas.

Menurut laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 44 staf rumah sakit turut ditahan oleh pasukan Israel. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan serius pada fasilitas kesehatan yang sebelumnya merawat sekitar 200 pasien.

Selama satu tahun terakhir, militer Israel telah beberapa kali menggerebek rumah sakit di Gaza, dengan tuduhan bahwa fasilitas kesehatan tersebut digunakan sebagai tempat persembunyian oleh militan.

Namun, pihak medis Palestina membantah keras tuduhan ini dan menuding Israel telah membahayakan nyawa warga sipil tanpa alasan yang jelas.

Dalam penjelasan seorang pejabat militer Israel, meski pertempuran sengit terjadi di sekitar Rumah Sakit Kamal Adwan, senjata ditemukan di dalam fasilitas tersebut. Pihak militer menyatakan, beberapa militan menyamar sebagai tenaga medis untuk menghindari penangkapan.

Selain itu, militer Israel juga membantu relokasi pasien dan staf medis ke rumah sakit lain di wilayah Gaza, serta mendistribusikan bahan bakar dan persediaan medis untuk memastikan rumah sakit tetap beroperasi.

Sementara itu, militer Israel terus meminta warga Palestina untuk meninggalkan Gaza bagian utara karena operasi militer yang telah berlangsung lebih dari tiga minggu.

Wilayah Jabaliya menjadi salah satu titik fokus operasi, yang diprediksi akan berlangsung selama beberapa pekan mendatang.

PBB melaporkan sekitar 400.000 warga masih berada di utara Gaza. Keterbatasan akses terhadap bantuan kemanusiaan membuat krisis kelaparan semakin parah, khususnya dalam sebulan terakhir, ketika jumlah bantuan yang masuk ke wilayah tersebut mengalami penurunan drastis.

Hingga saat ini, setidaknya 43.020 orang dilaporkan tewas, dan lebih dari 101.110 lainnya terluka sejak pecahnya konflik pada 7 Oktober 2023.

Konflik dipicu oleh serangan yang dilakukan oleh militan Hamas yang berhasil menembus perbatasan keamanan Israel dan menyerang warga sipil, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik 250 lainnya.

Situasi yang terus memburuk di Gaza telah memunculkan kekhawatiran global akan keamanan warga sipil di tengah krisis kemanusiaan yang kian mendesak.

Editor: Agustinus Hari
Sumber: Suara.com

Barta1.Com
Tags: GazaIsraelPalestina
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo, MBA saat memberikan sambutan. (Foto: meikel/Barta)

Lulusan Polimdo Siap Bekerja, Begini Pesan Menohok Alelo Kepada Wisudawan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Gratis 40 hari! Nasdem Bitung Gelar Nobar World Cup 2026 di Pusat Kota 23 Juni 2026
  • Plt Bupati Sitaro Lakukan Audiensi dengan Kemendagri Bahas Produk Hukum Daerah 22 Juni 2026
  • Louis Schramm Soroti SPMB 2026, Ingatkan Kesempatan Putra Daerah Jangan Tergerus 22 Juni 2026
  • Mengabdi ke Masyarakat, 5 Akademisi Perempuan Unima Turun Gunung Menuju Tapal Batas Indonesia 22 Juni 2026
  • Kolaborasi Teknik Sipil dan Elektro Polimdo Hadirkan PJU Tenaga Surya untuk Warga Kairagi Satu 20 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In