Manado,Barta1.com – Mahasiswa semester 6 program studi (Prodi) Manajamen Bisinis (MB) Jurusan Administrasi Bisnis (AB) Politeknik Negeri Manado (Polimdo), telah melaksanakan seminar dengan mengangkat tema : peluang dan tantangan bisnis event, lantai 4 Gedung Utama (GU) Polimdo, Kamis (16/05/2024).
Seminar ini lebih tepatnya dilaksanakan oleh 2 kelas, yang di dalamnya semester 6 MB 4 dan 6 MB 5 dengan mata kuliah event dan Mice dengan dosen pengajar Jeaneta J. Rumerung, SE.,MSi.
Dalam seminar itu, kedua kelas MB itu mengundang pemateri pertama, yakni Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo, MBA.
Pada materinya, Mareyke mengingatkan, sebuah tantangan pada mahasiswanya, ketika membuat sebuah event. Mahasiswa harus bisa membuat event yang bisa berkesan, yang pada dasarnya, dimulai dari lokasinya.
“Adik-adik ini bagian dari pembelajaran, jika ingin membuat event secara profesional harus memperhatikan kesiapannya secara detail,” singkatnya.
Kemudian, berkaitan dengan tema dalam seminar ini, apalagi berkaitan dengan peluang. “Mem mau ceritakan di tahun 80-an, biaya ke Jakarta sangat mahal, tapi saat ini sudah terbuka luas. Bahkan biayanya sangat murah, hari ini bisa ke Jakarta, esoknya sudah bisa ke Singapur.”
“Berikutnya, berkaitan dengan penghasilan. Penghasilan yang diperoleh untuk membayar semua kebutuhan, baik itu makanan, air, listrik dan UKT mahasiswa. Orang tua memiliki penghasilan, yang agak lebih. karena di zaman dahulu penghasilan itu kurang, karena yang bekerja itu hanya Bapak, tapi sekarang ini wanita mulai bergabung, maka ada 2 penghasilan, di mana penghasilan Bapaknya ditabung, sedangkan Ibunya untuk belanja setiap harinya,” terangnya.

Dari hal itu, tambah Mareyke, kemudian keluarga bisa jalan-jalan. Ketiga, peluang untuk mendapatkan pekerjaan sampingan, seperti sekarang ini banyak yang google tawarkan. “Ayo bekerja untuk Google, untuk membuat konten dan sebagainya. Dari hal itu, akan mendapatkan uang tambahan, bahkan melebihi penghasilan dari pekerjaan utamanya. Dengan adanya pekerjaan tambahan, membuat banyak sekali orang-orang yang memproleh biaya untuk berpergian. Ini merupakan peluang,” ujarnya.
Sedangkan pemateri kedua, Udy Abram Maliode, memberikan motivasi kepada mahasiswa dengan mengatakan bahwa dirinya memulai event itu dari nol, yang dimulai dengan hanya ditugaskan memasang umbul-umbul.
“Kemudian, ketika ada event konser, saya itu dahulunya hanya ditugaskan di pintu bagian belakang. Dan tidak bisa menonton konser,” ucapnya.
Dari hal itu, Udy terdorong, bahwa dirinya harus bisa membuat event ke depannya, dan itu dibuktikannya.
“Untuk membuat event, seseorang itu harus berani memulai, itu kuncinya,” tambahnya.
Setelah mampu memotivasi dirinya sendiri, akhirnya Udy, mempu membuat event konser di Kota Manado, seperti menghadirkan Noah dan The Virgin dan masih banyak lagi.
“Adik-adik harus tahu, saya belajar memegang event itu dari kegiatan kepemudaan di Gereja, jika adik-adik di sini rajin di kegiatan pemuda Masjid dan Gereja, tekuni event itu dengan sebaik mungkin, karena itu sebagai pembelajaran dasar,” kata Udy.
Setelah Udy memberikan pemahamannya kepada mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan pemateri ketiga, yaitu Alex Jacob Worotikan, dengan memberikan pemahaman berkaitan dengan teknis metode penyusunan event, baik itu skala kecil maupun besar.
Mualana Farzan Said, salah satu mahasiswa yang mengikuti seminar menyampaikan bahwa materi yang didapatkan pada hari ini, sangatlah penting. Di mana mahasiswa, dilatih untuk bisa menyusun event.
“Kita diajarkan untuk melihat peluang dan bagaimana menghadapi sebuah tantantangan di lapangan, ketika membuat event kecil maupun besar” pungkasnya.
Terpantau Barta1.com, sebanyak puluhan mahasiwa Jurusan AB Polimdo, tepatnya prodi MB mengikuti seminar yang bertemakan: peluang dan tantangan bisnis event. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post