Bolmong Timur, Barta1.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolaang Mongondouw Timur (Boltim) menyasar sejumlah sekolah, untuk menyampaikan berbagai hal terkait pelaksaan Pemilu pada siswa, yang dikenal sebagai kelompok pemilih pemula.
Sekolah yang jadi ajang kegiatan sosialiasi pada Kamis (21/02/2019) adalah SMK Motongkad, SMK Nuangan, dan SMTK Mooat.
Ketua KPU Boltim, Jamal Rahman menyatakan, pemilih pemula merupakan pemilih dengan usia yang masuk dalam kategori generasi millennial, berusia antara 18 hingga 34 tahun.
“Pemilih pada usia ini merupakan generasi yang paling aktif dalam menggunakan media sosial,” kata Jamal.
Terkait materi yang disampaikan ke para siswa usia wajib pilih, Terry Suoth, komisioner KPU Boltim yang membidangi sosialisasi mengatakan masih seputar pengenalan Pemilu, sejarah singkatnya, perbedaan antara Pemilu 2014 dan 2019, termasuk pengenalan surat suara yang berjumlah 5 lembar.

“Untuk materi lokal kami ikut menyampaikan berapa jumlah pemilih per dapil dan gambaran peserta Pemilu secara umum,” ujar Terry.
Kegiatan seperti ini masih terjadwal akan dilakukan lagi oleh KPU. Ke depan lanjut Terry, pihaknya bakal berkaca dari pelaksanaan sebelumnya. Ini maksudnya agar bisa dievaluasi apakah pesan tentang pelaksanaan pesta demokrasi itu telah sampai atau tidak.
“Kita evaluasi lagi apakah pemilih pemula misalnya sudah memahami masalah tahapan, juga nantinya teknis pelaksanaan sosiliasi kita atur agar sesuai dengan usia kelompok milenial,” kata dia.
Terkait partisipasi pemilih pemula, Terry berpendapat bisa mempengaruhi perolehan suara. Artinya, bila partisipasi mereka maksimal akan ikut menentukan gambaran hasil akhir Pemilu di Boltim.
Dalam waktu dua bulan menjelang hari-H 17 April, KPU Boltim menargetkan seluruh basis pemilih bisa dijangkau sosialisasi. Selain personil yang ada di lingkup KPU Boltim yaitu PPK dan PPS, KPU juga akan didukung oleh Relawan Demokrasi yang terus bergerak menjangkau seluruh basis pemilih.
Jamal Rahman menyebut basi itu adalah pemilih pemula, perempuan, disabilitas, basis marjinal, basis keagamaan hingga komunitas. KPU juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama aktif mensosialisasikan Pemilu. (adv)
Editor: Ady Putong

Discussion about this post