Manado, Barta1.com – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Utara (Sulut) mengingatkan kepada Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Sekretariat DPRD Sulut untuk bijak mengunakan media sosial (medsos).
Kepala BKD Sulut, Clay Dondokambey melalui Kepala Sub Bidang Data dan Sistem Informasi Kepegawaian, Bravo Turangan meminta THL untuk bijak-bijaknya menggunakan medsos. “Sudah banyak terjadi perselisihan secara internal, dan itu dibawa ke luar melalui medsos,” ungkap Turangan belum lama ini.
“Pesan ini terus disampaikan oleh pimpinan kepada kami, apalagi seragamnya bapak-ibu itu terpampang jelas logo Pemprov Sulut. Sudah banyak kasus terjadi seperti di medsos,” ujarnya.
Jika THL maupun ASN melalukan tindakan-tindakan di luar, seperti tindakan tidak terpuji. Kemudian, direkam dan masuk ke medsos, maka sanksi sosial lebih kejam daripada sanksi disiplin. “Ada beberapa informasi di media nasional, bahkan ada ASN mengundurkan diri akibat sanksi sosial dari medsos. Jadi, pak Kaban terus mengingatkan bijak-bijaklah menggunakan medsos,” tuturnya.
“Jari bapak-ibu harus di kontrol. Berstatus di medsos bisa, namun bijak. Jika di rumah kita melakukan cekcok dengan masyarakat, disaat masih menggunakan seragam. Kemudian, ada yang merekam-nya dan viral, selesailah nasib anda. Hal ini yang harus kita perhatikan bersama,” pungkasnya. Selain mengingatkan terkait medsos, BKD Sulut juga mengingatkan terkait sanksi bagi THL yang melanggar aturan.
Ikut hadir dalam kegiatan itu, Sekwan DPRD Sulut, Sandara Moniaga, Kabag Umum John Paerunan dan jajarannya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post