Manado, Barta1.com – Deretan perabotan rumah seusai diterpa banjir terlihat berjejeran di halaman rumah di Kelurahan Tumumpa, Lingkungan 2, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. Warga pun membersihkan rumahnya masing-masing hingga malam hari secara mandiri, Sabtu (28/01/2022).
Beberapa tetangga hingga kerabat ikut membersihkan rumah yang dipenuhi lumpur akibat terjangan air yang ketinggian hampir mencapai atap rumah.
Ovelya Ch Nalang, ketika ditemui Barta1.com, mengungkapkan dirinya sudah kelelahan membersihkan rumahnya hingga malam hari. “Pakaian, tempat tidur, barang berharga seperti TV habis diterpa air,” ungkapnya.
“Kejadian kali ini begitu cepat, setengah 7 pagi kami mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih aman, ketika balik dari tempat aman menuju rumah untuk mengangkat barang lainnya, namun air yang berarus itu begitu cepat sehingga kesulitan bagi kami menyelamatkan barang-barang lainnya,” tutur Ove sapaan akrabnya.
Selanjutnya, pukul 07.00 WITA, menurut Ove, air sudah naik hampir atap rumahnya yang berlantai 2 itu. “Kami hanya bisa pasrah hingga air itu surut. Diperkirakan sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terdampak banjir di Kelurahan Tumumpa ini,” ucapnya.
“Di sini tidak ada korban jiwa, melainkan kerugian material itu banyak. Saat banjir itu pula, ada anak bayi 1 bulan lebih hampir hanyut dengan beberapa warga lainnya, karena terjebak di rumah berlantai dua yang tidak jauh dengan rumah saya. Syukurlah, ada Basarnas dan Indonesian Escorting Ambulance (IEA) Manado membantu menyelamatkan bayi dan beberapa warga yang lainnya juga,” ceritanya sambil mengucapkan rasa syukurnya.
Menurutnya, Basarnas dan IEA Manado memiliki peran penting pada saat banjir itu, mereka menyelamatkan masyarakat dengan situasi yang sebenarnya melanggar SOP. Tetapi, demi keselamatan warga yang terjebak mereka terus berkorban untuk menolong orang-orang tersebut. “Terima kasih buat Basarnas dan IEA Manado,” imbuhnya.
“Setelah air surut pada saat itu pula kami beserta masyarakat lainnya berbondong-bondong membersihkan rumah kami masing-masing. Sedangkan bantuan, untuk makanan cukuplah bagi kami dari berbagai komunitas maupun pemerintah setempat,” pungkasnya.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post