Sangihe, Barta1.com – Hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Rabu (25/1/2023) dini hari, akibatnya beberapa wilayah di dataran rendah diterjang banjir.
Kampung Laine, Kecamatan Manganitu Selatan, terparah, rumah-rumah penduduk dan beberapa gedung ibadah ikut terendam air yang bercampur lumpur.
Warga Laine, Wilson Rorong mengatakan puncak banjir pada pukul 02.00 Wita dengan ketinggian diperkirakan 1 hingga 2 meter. Ia juga mengatakan banjir ini paling parah dialaminya selama 38 tahun dia tinggal di sana.
“cukup banyak kerugian masyarakat, bahkan di gereja kami dokumen-dokumen arsip ikut terendam dan banyak barang berantakan,” kata Wilson, yang merupakan pendeta di GSPDI Filadelfia Laine, kepada barta1, Rabu (25/1/2023)
Wilson menuturkan banjir yang menerjang Kampung Laine dini hari tadi tidak dapat diantisipasi oleh masyarakat sehingga kerugian mereka cukup banyak.
Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) belum mempunyai data lengkap terkait banjir yang menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe dini hari tadi.
Informasi yang diterima dari Kepala BPBD bahwa penjabat Bupati Kepulauan Sangihe dr. Rinny Tamuntuan sedang dalam perjalanan ke lokasi bencana.
“untuk banjir Laine, tim kabupaten yang dipimpin langsung oleh ibu penjabat bupati sementara dalam perjalanan untuk penanganan korban yag terdampak dan sementara dalam pengungsian,” singkat Labesi.
Kampung Laine, Kecamatan Manganitu Selatan menjadi langganan banjir saban tahun, seperti halnya 16 Januari 2022 tahun sebelumnya. Diduga aktivitas pertambangan menyebabkan pendangkalan sungai, sehingga daerah tersebut tak terhindarkan dari terjangan banjir.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post