Manado, Barta1.com – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara (Sulut) menerima kunjungan sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan DPRD (Forward) Sulut untuk membahas kondisi pendidikan saat ini, Selasa (12/05/2026).
Kedatangan para jurnalis disambut hangat oleh Kepala BPMP Sulut, Febry H.J. Dien, ST., M.Inf., dalam suasana santai bertajuk “Ngopi Bareng” di salah satu ruang pertemuan BPMP Sulut.
Dalam kesempatan tersebut, Febry menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Menengah kini menempatkan media sebagai bagian penting dalam pilar pendidikan di Indonesia.
“Selama ini mungkin teman-teman jurnalis hanya dipandang sebagai bagian di luar sistem pendidikan. Namun sekarang, dalam pilar pendidikan Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai Tripusat Pendidikan, media turut menjadi bagian di dalamnya,” ungkap Febry.
Menurutnya, pertemuan antara Kementerian Pendidikan Menengah dengan media daerah seperti ini bahkan menjadi yang pertama dilaksanakan di Indonesia.
“Kami sangat bangga atas kehadiran teman-teman jurnalis yang bertugas di DPRD Provinsi Sulut. Sebagai perwakilan Kemendikmen di daerah, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan media terhadap dunia pendidikan. Ini menunjukkan bahwa media memiliki peran penting dalam kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kehadiran media di BPMP menjadi momentum penting agar masyarakat, khususnya insan pers, semakin mengenal peran BPMP Sulut.
“Selama ini mungkin BPMP Sulut belum terlalu dikenal karena di lapangan teman-teman media lebih banyak berinteraksi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulut. Padahal, di daerah ada Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan Menengah yang menjadi perpanjangan tangan kementerian dalam menjalankan tugas penjaminan mutu pendidikan,” jelasnya.
Febry menuturkan bahwa sebelumnya BPMP berada di bawah Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun kini terjadi perubahan nomenklatur menjadi Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI).
Meski demikian, koordinasi dengan Direktorat SMA tetap berjalan bersama BPMP di daerah.
“Walaupun di pusat terjadi perubahan struktur, di daerah BPMP tetap menjadi ujung tombak Kementerian Pendidikan Menengah maupun Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan PNFI,” katanya.
Ia menambahkan, nomenklatur “penjaminan mutu pendidikan” menunjukkan bahwa BPMP memiliki tanggung jawab luas terhadap seluruh sektor pendidikan, mulai dari siswa, guru, kepala sekolah, sekolah, hingga dinas pendidikan.
“Semua bermuara pada satu titik, yakni mutu pendidikan. Karena itu, BPMP Sulut harus terus memperluas peran dan jangkauannya,” pungkas Febry. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post