Menyutradarai drama kolosal “Anak-anak Jerusalem” karya Iverdixon Tinungki adalah salah satu karya penting dramawan Robby Ronal Liando dalam jagat teater modern di Manado, Sulawesi Utara.
Obi –sapaan akrabnya—lahir di Manado, 11 Okt 1982. Menikah dengan Pdt Afrike Maharibe, MTh dan berdomisili di Wori, Minahasa Utara. Selain bergiat di dunia teater, ia seorang jurnalis yang berkarier di Manado.
Pelatih dan sutradara Teater Amanat, sejak tahun 2003 hingga 2009. Ia juga memberikan pelatihan pada sejumlah kelompok teater gereja, lembaga dan instansi sejak tahun 2009 sampai saat ini.
Alumni pendidikan jangka pendek fakultas seni pertunjukan, manajemen produksi seni teater di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dalam beasiswa ford foundation 2005. Beberapa kali menjadi sutradara terbaik dalam festival Teater Pemuda dan Remja GMIM.
Ia juga seorang penata artistik terbaik. Tim pelatih teater remaja sinode GMIM. Pelatih drama musikal STIE Eben Haezar Manado. Pelatih musikalisasi puisi SMP dan SMA Kr. Eben Haezar.
Penyusun teknis (pola baku) cabang lomba teater Pemuda (FSPG) dan Remaja (PSDKR) Sinode GMIM. Juri teater remaja dan pemuda GMIM. Konsultan cabang lomba teater remaja dan pemuda GMIM.
Berkiprah di teater sejak tahun 1996 dalam bimbingan Iverdixon Tinungki dan Deysi Wewengkang. Mengikuti festival teater SMU tingkat provinsi dalam lakon “Air Mata Matahari” karya Iverdixon Tinungki, meraih juara 1.
Karya-karya yang pernah disutradarainya di antaranya: lakon “Yudas Iskariot” karya Robby Liando. Lakon “Orang Majus” karya Rendy S. Lakon “Hilang” karya Robby Liando. Lakon “Tertundanya Sebuah Kematian” karya Epafras Raranta.
Lakon “Yohanes Pembaptis” karya Epafras Raranta. Lakon “Orang-orang Terusir” karya Iverdixon Tinungki. Lakon “Anak-anak Jerusalem” karya Iverdixon Tiunungki. (*)
Penulis: Iverdixon Tinungki


Discussion about this post