Manado, Barta1.com- Karumenga, itulah salah satu nama cafe yang ada di Kota Manado. Lokasinya tak jauh, hanya menempuh sekitar 12 menit dari pusat kota Manado menuju baik mengunakan kendaraan roda 2 maupun 4 di Jl. Wortel Monginsidi Bahu, Kota Manado.
“Nama Karumenga adalah salah satu bunga yang ada di Minahasa, yang sudah langka, jika pun ada, itu hanya Karumenga Putih. Karumenga Merah bagi masyarakat Minahasa sebagai obat dan pengusir hal-hal yang tidak baik, jadi pemberian nama Karumenga ini ada filosofinya,” ungkap owner Red Karumenga, Fabian Ronaldo Ingkiriwang kepada Barta1.com, Senin (14/06/2021).
Menggunakan nama Karumenga, sesuai dengan tujuan cafe ini dibangun. Itu maksudnya, bukan hanya mendapatkan demi keuntungan, melainkan sebagai wadah bagi para seniman untuk mengekpresikan bakatnya. Baik musik, puisi, monolog, stand up comedy dan seni lainnya.
Di tengah Pandemi Covid-19, ada banyak seniman yang terdampak, penghasilan menurun, bahkan pekerjaan pun hilang. Untuk itu, Cafe Red Karumenga dibangun, agar semua seniman bisa menampilkan bakat-bakatnya.
“Untuk jam aktivitas Red Karumenga ini setiap hari Senin sampai Sabtu, mulai dibuka pukul 18:00 Wita. Dan akustiknya ada di hari Kamis dan Sabtu. Dan perlu diketahui Cafe Karumenga ini dibangun secara mandiri, dan dibantu oleh beberapa teman dan disupport langsung oleh Christian Yokung,” ucapnya sambil tersenyum.
Cafe Red Karumenga sendiri bernuansa alam, dengan mengunakan bambu dan atap rumbia. Menurut Fabian, Cafe ini dibuka baru berjalan 2 bulan.
“Dan pembangunannya ini dari sisa-sisa bahan bangunan seperti bambu dan lain-lain,” jelasnya.
“Yang menjalankan aktivitas Cafe Red Karumenga ini, ada 4 orang, dimana saya sendiri sebagai penanggungjawab utama, kemudian ada 3 lagi sahabat saya. Usaha ini tidak lepas dari bantuan dari Christian Yokung yang menyediakan tempat bagi kami secara gratis, serta membantu tranportasi jika diperlukan. Tapi sampai saat ini dia tidak pernah meminta ganti rugi kepada kami,” tuturnya.
“Mereka yang menjalankan usaha pada Cafe Red Karumenga ini adalah para seniman yang terdampak pada saat pandemi, jika kemarin mereka harus manggung di Cafe orang. Kali ini, saya sediakan tempat agar mereka menjadi pemilik Cafe sendiri, dan bisa berkreasi,” timpal Yokung di momen yang sama. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post