Sangihe, Barta1.com – Tahun 2021 barangkali menjadi momentum kebangkitan kreativitas seni di Pulau Perbatasan yang dimotori sejumlah seniman-seniman muda di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Gerakan dan dukungan partisipatif dari semua pihak mampu mewujudkan sebuah galeri yang hari ini disebut Sangihe Art Space. Dimana para seniman muda menyulap sisi kosong Gedung Perpustakaan Daerah menjadi sesuatu yang memukau dengan sentuhan warna estetis. Sebutlah nama-nama seperti Audro Rompas, Billy Maninggir dan beberapa orang muda yang keluar dari bingkai Komunitas Visual Secrets menggalang kekuatan kolaboratif, hingga pentas seni seperti pameran seni visual, teater, musikalisasi puisi dan lain sebagainya tak terelakan sejak 1 Maret 2021.
Kepada mereka, dukungan terus mengalir dari akademisi maupun seniman-seniman nasional. Semisal Nano Warsono MSn, yang merupakan Kepala Galeri RJ Katamsi ISI Jogjakarta yang menyatakan kegembiaraannya lewat tayangan video berdurasi 22 detik. “Semoga dengan dibukanya galeri seni Sangihe Art Space semakin memajukan seni dan budaya Sangihe pada umumnya dan memajukan seni rupa di Sangihe pada khususnya,” ungkap Warsono.
Hal yang sama juga disampaikan fotografer nasional Teguh Santosa. Santosa mengucapkan selamat atas dibukanya galeri seni di Sangihe. “Semoga menjadi wadah kreativitas tambahan di Kepulauan Sangihe. Sukses selalu,” kata Santosa.
Nama-nama seniman nasional yang juga ikut memberikan testimoni ialah wartawan/fotografer Arbain Rambey, Herry Wijayanto, Ardi (pegiat seni di Bali), hingga Yulianus Ladung. Salah satu putra daerah yang namanya turut mewarnai dunia kesenian nasional, Alfred Pontolondo amat berbahagia menyambut keberanian dari para seniman muda di daerah Kepulauan Sangihe. “Saya merasa bahagia, karena impian yang ini dulu pernah terlontar tentang ruang publik seni boleh terwujud skarang ini. Dan Audro dan kawan kawan yang mampu wujudkan itu. Kita merasa hormat kepada mereka, malah terharu dengan militansi yang mereka miliki,” kata Pontolondo yang juga ikut terlibat dalam pameran karya di Gallery Sangihe Art Space.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post