SANGIHE, BARTA1.COM – Ratusan Sopir Angkutan Kota (Angkot), yang biasa beroperasi di pusat Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menggelar aksi demonstrasi bersifat hearing di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sangihe, Selasa (23/10/2018).
Aksi tersebut dikarenakan persoalan antrian pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Tahuna, yang menurut mereka terkesan dibiarkan tanpa solusi oleh pihak terkait.
Mereka mendesak pihak dewan dan pemerintah segera memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi.
“Sebenarnya sudah dilakukan rapat koordinasi dengan pemerintah terkait pesoalan ini, tetapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” ujar Yoneks Karel, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut.
Sementara itu, peserta aksi lainnya Sirman Peliwuhang, menyesali tindakan pembiaran yang dilakukan dinas terkait atas persoalan tersebut.
“Kami meminta SPBU dikembalikan ke fungsi utamanya. Seharusnya kami sopir angkutan mendapat prioritas utama, bukan melayani gelon-gelon menumpuk yang akhirnya menyebabkan antrian panjang,” sesal dia.
Aksi damai tersebut berlangsung tertib ketika pihak DPRD mempersilahkan masuk para sopir ke ruang dewan dan membuka forum dialog antara peserta aksi, pihak DPRD, pemerintah terkait dan Pertamina Tahuna.
Peliput : Rendy Saselah

Discussion about this post