Manado, Barta1.com – Tak ada cara lain melahirkan pemain-pemain berbakat Sulawesi Utara selain membina sejak usia dini, secara berjenjang dan berkompetisi.
Sebagai klub yang berhome base di Sulut, maka Manajemen Sulut United telah menyiapkan skema dan program jangka panjang melahirkan pemain-pemain lokal berkualitas. Adalah akademi dan sekolah sepakbola yang diprioritaskan bagi anak-anak daerah.
“Akademi merupakan kumpulan pemain-pemain terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Sulut berusia 17 tahun. Mereka direkrut setelah tim pelatih melihat bakat mereka secara langsung dengan seleksi ketat,” ujar Manajer Sulut United, Muhammad Ridho didampingi Handry Kalangi dan Media Oficer, Rachman Bachmid, Jumat (27/11/2020).
Akademi ini akan menjadi cikal bakal pemain yang masuk tim utama Sulut United. “Kami berharap tim Sulut United ke depan bermaterikan pemain lokal Sulut yang muncul dari akademi. Dulu kan sempat banyak protes dari masyarakat kenapa pemain lokal sangat kurang. Karena dulu kami kesulitan mencari pemain lokal berkualitas, nah lahirnya akademi akan sangat membantu,” katanya.
Lalu bagaimana pemain yang berusia di bawah 16 tahun? “Tenang saja, kami juga akan membangun sekolah sepakbola. Yang mau mendaftar ke sekolah sepakbola adalah anak yang berusia 8 tahun hingga 15 tahun. Untuk usia ini akan selalu ada kompetisi sehingga mental dan teknik akan teruji sejak usia dini. Kompetisi itu, termasuk HUT Sulut United nanti,” paparnya.
Untuk sekolah sepakbola akan dipungut biaya. Namun jika anak tersebut punya talenta yang luar biasa dan berasal dari keluarga kurang mampu, tidak dipungut biaya alias gratis. “Ada juga skema pembayaran hanya 50% dan lain-lain, semua sedang kami siapkan. Intinya, tahun 2021 rencana ini mulai jalan,” ungkap Ridho.
Sementara itu, Handry Kalangi menyebutkan akademi dan sekolah sepakbola ini bertujuan melahirkan pemain asal Sulut yang bisa berkompetisi di level nasional. “Termasuk menjadikan mereka sebagai pemain nasional. Sudah lama Sulut tak punya pemain nasional,” imbuh lelaki yang pernah bekerja di manajemen Persija Jakarta ini.
Direktur Teknik dan Pelatih Lokal
Guna menunjang dua program unggulan Sulut United, Ridho menambahkan, saat ini manajemen mulai melirik pelatih papan atas Indonesia yang akan direkrut sebagai Direktur Teknik (Dirtek). “Dirtek ini akan membawahi akademi dan sekolah sepakbola,” katanya.
Saat disinggung apakah Indra Sjafri? “Belum tahu. Sudah ada tiga nama yang akan masuk sebagai calon Dirtek. Sementara Firman Utina, dia lebih suka melatih anak usia dini,” bebernya.
Sedangkan pelatih yang menukangi akademi dan sekolah sepakbola akan diambil dari pelatih-pelatih lokal. “Tapi mereka akan diseleksi dulu, bagaimana visi mereka tentang sepakbola dan menangani tim. Disamping itu wajib memiliki lisensi AFC,” ujarnya lagi.
Termasuk Dirga Lasut sudah ditawarkan apakah mau jadi pelatih atau masuk manajemen. “Karena Dirga sudah berencana ingin pensiun di Sulut United, sehingga penghargaan dari manajemen memberikan penawaran apakah mau jadi pelatih atau masuk manajemen,” imbuh Ridho.
Peliput : Agustinus Hari


Discussion about this post