Manado, Barta1.com — Menuju HUT ke-30 Tahun Kota Bitung, anak-anak muda tergabung dalam North Celebes Creative Lab (NCCL) berencana menampilkan pertunjukan kebudayaan Minahasa baik nyanyian, alat musik dan busana pada Jumat (30/10/2020).
“Kami akan menampilkan musik tradisi, baik dari masa purba Minahasa, rock dan musik kekinian juga dimainkan, musik apurasi yang kita dapat dari unsur Portugis maupun Belanda dan sebagainya akan dimainkan,” ucap Satria Yanuaar Akbar yang bertindak sebagai produser, didampingi Eirene Debora selaku penulis naskah, di Cafe Kemang Manado, Rabu (30/09/2020).
“Selain ini akan dipentaskan beberapa casting, bukan saja dari Kota Bitung, adapun dari Kota-kota luar Kota Bitung. Yang sudah berproses, berlatih berbulan-bulan untuk menampilkan momentum sejarah dari masyarakat Minahasa,” tambah dia.
Budayawan Eric Dajoh yang hadir menyambut positif rencana North Celebes Creative Lab. Apalagi kata dia budaya harus menjejak dengan sempurna sebagai penanda peradaban. Masa kini tak pernah ada tanpa masa silam.
“Saya pernah menulis di salah satu koran di Manado, judulnya Minahasa sebuah negeri tanpa kebudayaan tahun 1986. Saya sudah bilang ini sebuah negeri tanpa kebudayaan, pemerintah pun berkembang tanpa master plan kebudayaan. Generasi baru juga tidak tau kalo dia punya jati diri seperti apa. Jika kita biarkan terus menerus begini akan datang satu masa di mana benar-benar negeri ini tanpa kebudayaan,” kata aktor teater ternama ini.
Upaya yang dilakukan Satria dan NCCL, menurut dia, tak lain untuk mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan Minahasa. Publik patut menyambutnya dan mendukung bersama.
“Karena di dalamnya saya cermati tidak hanya teknis-teknis sendi pertunjukkan, namun teman-teman diajarkan manajemen sebuah produksi. Kita punya banyak sanggar, kita punya komunitas, banyak tempat kreatif, namun manajemen kurang, ini yang ke depannya harus kita benahi bersama dan pemerintah juga punya peran melihat hal seperti ini,” kata Eric. (*)
Liputan: Maikel Pontolondo


Discussion about this post