Manado, Barta1.com — Pembatasan ruang gerak karena pandemi Covid-19 menggoyang berbagai lini perekonomian. Berbagai usaha gulung tikar, pengusaha besar hingga berskala kecil terdampak wabah ini. Pedagang buah di tepian jalan raya Buha, Manado, turut mengalami penurunan omzet.
“Pendapatan kami turun jauh dibanding sebelum ada wabah, biasanya bisa dapat Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per hari tapi sekarang nanti 2 atau 3 hari baru dagangan bisa laku, itu pun tak banyak,” Mimi Pontoh (57), salah satu di antara 6 pedagang yang berderet di ruas jalan raya Buha pada Barta1 Senin (01/06/2020).
Para pedagang menjajakan aneka macam buah yang dihasilkan penduduk sekitar. Mereka juga menjual beberapa jenis sayur dan umbi-umbian.
Suryani Tapu (62) dan Ross Madelu (60) yang membuka lapak dagangan di samping Mimi mengaku selama 2 tahun berjualan baru kali ini hasilnya merayap. Pembeli yang mampir ke pondok-pondok tepi jalan itu belakangan semakin jarang saja.
“Kehidupan saya hanya bergantung pada dagangan ini, jadi otomatis kalau tidak laku kami sulit makan,” katanya, mengeluh.
Diketahui, penjual pinggiran jalan ini tepatnya Kelurahan Buha lingkungan 2 Kecamatan Mapanget berjualan sejak pukul 8.00 Wita hingga 17.00 Wita. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post