Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Juara III Kategori Submisi Tertutup Best Kategori Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi dalam ajang Indonesia Patent Awards (IPA) 2026.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum RI tersebut berlangsung di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Prestasi ini diraih melalui hasil penelitian berjudul “Sistem Retort Otomatis Berbasis IoT untuk Sterilisasi Produk Perikanan.”

Penerimaan penghargaan dihadiri langsung oleh Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, didampingi Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Selvy R. Kalele, SE., M.Si., serta dosen yang terlibat dalam hasil paten tersebut, Andreas Randy Wangarry, SE., MSA.
Dalam ajang tersebut, Juara I diraih Universitas Airlangga, Juara II Universitas Gadjah Mada, Juara III Polimdo, Juara IV LPPM Universitas Semarang, dan Juara V Institut Pertanian Bogor.

Kepada Barta1.com, Andreas mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat yang diberikan sehingga dirinya bersama tim dapat membawa nama baik Polimdo di tingkat nasional dan meraih posisi ketiga.
“Kami mau berterima kasih juga kepada Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, yang selalu men-support, serta kepada tim Berdikari ‘Future’ Polimdo yang sudah berusaha bersama dalam penelitian sehingga menghasilkan paten ini,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Pusat P3M yang sejak awal telah memberikan bantuan dan dukungan, mulai dari proses pendaftaran submisi hingga mencapai babak final. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh rekan dosen yang senantiasa memberikan dukungan.
Menurut Andreas, pencapaian tersebut merupakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Terlebih, jumlah paten yang mengikuti kompetisi sangat banyak dan seluruhnya memiliki kualitas yang baik.
“Awalnya tidak pernah terpikir bisa lanjut sampai tahap penjurian tahap 2, apalagi memperoleh Juara 3 karena jumlah paten yang mendaftar sangat banyak dan juga berkualitas semuanya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hasil paten dan penghargaan tersebut menjadi bagian dari kontribusi terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) Polimdo, sekaligus membuktikan kemampuan institusi dalam meraih prestasi di tingkat nasional.
“Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Hukum melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual menjadi motivasi bagi saya dan tim serta seluruh dosen di Polimdo, yang selalu berani berinovasi dalam penelitian yang berdampak bagi institusi Polimdo dan juga bagi masyarakat,” ucapnya.
Dalam IPA 2026, Polimdo juga tercatat sebagai salah satu institusi yang melibatkan sembilan dosen sebagai inventor dalam inovasi tersebut. Kesembilan dosen yang berkontribusi dalam penelitian dan paten ini yakni Andreas Randy Wangarry, SE., MSA; Ficky Marchfirmanto Purba, B.B.A., M.M.; Arifmanuel Kolondam, SE., MM.; Oldi Malfri Lambonan, S.Pd., M.Pd.; Selvy R. Kalele, SE., M.Si.; Dr. Steven Johny Runtuwene, S.ST., M.Eng.; Dr. Rilya Rumbayan, S.T., M.Eng., Ph.D.; Ali Akbar Steven Ramschie, SST., M.T.; serta Marike Amelda Silvia Kondoj, SST., MT.
Prestasi ini menjadi bukti kontribusi nyata insan akademik Polimdo dalam menghasilkan inovasi berbasis penelitian dan kekayaan intelektual yang tidak hanya mengharumkan nama institusi, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan teknologi pengolahan dan sterilisasi produk perikanan. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post