Manado, Barta1.com – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperkuat kerja sama dengan dunia pendidikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Politeknik Negeri Manado (Polimdo), di Ruang Theater Polimdo, Senin (2/11/2026).

Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan proses perekrutan tenaga kerja melalui program Campus Hiring yang berlangsung di Auditorium Prof. Ruddy Tenda. Sejumlah lulusan Polimdo tampak antusias mengikuti tahapan seleksi dan wawancara yang dilaksanakan pihak perusahaan.
Head of People & Organisation Development (POD) Site Morowali PT IMIP, Ancensius Tombo Bamba, saat diwawancarai Barta1.com menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Campus Hiring yang telah dilaksanakan di sejumlah kota.
“Hari ini kami melakukan Campus Hiring di kota yang ketiga. Sebelumnya kami sudah dari Palu, kemudian Makassar, dan terakhir di Manado, khususnya di dua kampus, yakni Polimdo dan Unsrat,” ungkap Ancensius.
Ia menyampaikan, PT IMIP menargetkan perekrutan sebanyak 300 karyawan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai bidang dan jurusan.
“Target kami mau menerima karyawan sebanyak 300 orang. Itu sudah mewakili semua jurusan. Kami tidak ada target untuk masing-masing kampus, tetapi hanya memasang target secara keseluruhan,” jelasnya.
Menurutnya, semakin banyak kandidat yang memenuhi kualifikasi dalam kegiatan tersebut, semakin besar pula peluang perusahaan untuk mempercepat pemenuhan target perekrutan.
Saat ditanya alasan memilih Polimdo sebagai salah satu kampus mitra, Ancensius menjelaskan bahwa sejumlah program studi di Polimdo memiliki keterkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja PT IMIP, salah satunya bidang Pariwisata.
“Untuk spesifikasi di Pariwisata, selama ini agak sulit kami mencari kandidatnya di IMIP. Akhirnya kami melihat beberapa jurusan yang relevan. Beberapa orang yang bekerja di IMIP dengan kualifikasi tersebut kebanyakan berasal dari Manado. Makanya, kami membuka MoU tadi pagi dengan Polimdo agar ke depannya lebih mudah dan pemenuhan kuota bisa lebih cepat, karena memang kebutuhan di bagian perhotelan cukup besar. Jujur, kami sangat membutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk ke depannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, peluang kerja bagi lulusan Pariwisata cukup beragam, mulai dari front office, restoran, barista, hingga sejumlah posisi lainnya.
“Mudah-mudahan hari ini banyak yang bisa kami dapatkan sesuai dengan kualifikasi, karena kami sendiri diberikan tanggung jawab untuk memenuhi 300 kuota itu. Bahkan, kami memiliki gedung baru yang sementara hampir selesai dan akan segera mulai beroperasi. Jadi, membutuhkan cukup banyak pekerja, termasuk dari jurusan Pariwisata,” tuturnya.
Terkait hasil seleksi wawancara, Ancensius menyampaikan bahwa pengumuman bagi para peserta dijadwalkan dalam waktu dua minggu.
Salah satu peserta, Cindy Lestari Pangajow, lulusan Program Studi Perhotelan, Jurusan Pariwisata Polimdo, terlihat bersemangat mengikuti proses wawancara yang diselenggarakan PT IMIP.
Menurut Cindy, kesempatan bergabung dengan perusahaan tersebut menjadi peluang menarik, terlebih karena lingkungan kerjanya tidak hanya melibatkan masyarakat lokal, tetapi juga pekerja dari berbagai negara.
“Menjadi bagian dari IMIP ini semua pasti mau, apalagi di sana bukan hanya bertemu dengan masyarakat lokal, tetapi juga dengan orang asing. Jika sektor Pariwisata sangat diperlukan, maka saya mau menjadi bagian dari proses berjalannya perusahaan IMIP,” ungkap Cindy.
Ia pun optimistis dapat lolos seleksi dan menjadi bagian dari PT IMIP.
“Saya sudah siap menjadi bagian dari IMIP ketika diterima. Saat ini saya sudah 70 persen, tetapi ketika diterima, secara ilmu tentunya 100 persen,” ucapnya penuh semangat.
Sementara itu, Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, turut memberikan arahan praktis kepada para peserta agar mampu tampil maksimal dalam proses wawancara kerja.
Maryke menekankan pentingnya membangun personal branding yang jelas serta memiliki portofolio yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, calon tenaga kerja harus mampu memperkenalkan diri secara lengkap, mulai dari identitas, hobi, hingga keahlian yang dimiliki.
“Namamu siapa? Sebutkan lengkap. Apa hobinya, apa keahliannya, sampaikan lengkap. Jangan dicicil-cicil informasinya, nanti yang mewawancarai kecapekan mengejar Anda,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan penjelasan secara lisan, tetapi mampu menunjukkan bukti nyata dari kemampuan yang dimiliki.
“Tunjukkan bukti: ‘Ini prototype yang pernah saya buat’. Kalau bisa bawa hasil proyeknya, itu lebih bagus supaya pewawancara yakin Anda tidak ngarang,” tambahnya.
Tak kalah menarik, Maryke turut memberikan perhatian pada aspek penampilan dan kebersihan diri saat menghadapi wawancara. Dengan gaya penyampaian yang santai dan mengundang tawa mahasiswa, ia mengingatkan bahwa kesan pertama juga menjadi bagian penting dalam proses perekrutan.
“Rambut dirapikan, jangan ada tahi mata, jangan ada sisa makanan di gigi. Kalau baju bau apek karena tidak kering, pinjam parfum atau ‘rabu-rabu’ teman sekamar. Jangan sampai pewawancara berpikir, ‘Anak ini ngurus perusahaan saja tidak bisa, ngurus diri sendiri tidak becus’,” pesannya yang disambut tawa mahasiswa.
Melalui kerja sama dan program Campus Hiring ini, Polimdo diharapkan dapat semakin memperluas akses kerja bagi para lulusannya, sekaligus menjembatani kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang kompeten dan siap bekerja. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post