Manado, Barta1.com – DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar rapat paripurna dalam rangka mendengarkan pidato Presiden Republik Indonesia (RI) , Prabowo Subianto, melalui siaran langsung TVRI, bertempat di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Jumat (14/08/2026).
Rapat paripurna tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen, didampingi para wakil ketua serta jajaran anggota DPRD. Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, jajaran SKPD, serta unsur Forkopimda.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan nasional yang vital, termasuk kekayaan alam Indonesia.
“ Kami akan mengelola dengan sebaik-baiknya kekayaan bangsa Indonesia, agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja untuk menjawab berbagai keluhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia.
“Kami bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” tegas Prabowo.
Dalam menjalankan pemerintahan, Prabowo mengatakan kepentingan rakyat menjadi prioritas utama. Orientasi pemerintah, kata dia, bukan hanya untuk kepentingan masyarakat saat ini, tetapi juga demi masa depan generasi berikutnya.
“Kami berorientasi pada kepentingan-kepentingan rakyat, dan kepentingan anak-anak mereka, beserta cucu-cucu mereka,” ujarnya.
Prabowo kemudian mengingat kembali perjalanan pemerintahannya sejak dirinya mengucapkan sumpah jabatan.
“Hari ini, sejak 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali di hadapan majelis ini. Saya kembali menyampaikan apa yang sedang kita kerjakan, apa yang mulai kita lihat hasil-hasilnya, dan apa yang harus kita selesaikan,” imbuhnya.
Meski demikian, Prabowo mengakui masih banyak persoalan bangsa yang belum sepenuhnya terselesaikan dan seluruh janji yang disampaikan belum dapat dikatakan telah ter tunaikan.
“Saya belum bisa menyampaikan secara seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau janji-janji saya ter tunaikan. Belum. Tetapi dalam waktu kurang dari dua tahun kita telah buktikan dengan keberanian, dengan kerja keras didasari dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat, dan gotong royong seluruh unsur bangsa. Masalah-masalah selama puluhan tahun yang dianggap sangat rumit, atau terlalu rumit, dapat kita mulai selesaikan,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post