Bitung, Barta1.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Launching Tracing Tuberkulosis atau TB Terintegritas, sekaligus dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangka menuju eliminasi TB tahun 2030, yang bertempat di Aula Kantor Lurah, Wangurer Barat, Kecamatan Madidir. Kamis, (13/8/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung, dr. Pitter Lumingkewas, M.Kes dalam laporannya menyampaikan, tahun 2024 diperkirakan terdapat sekitar 10,7 juta orang yang mengalami TB di dunia. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang sekitar 10 persen kasus TB global, sehingga Indonesia berada pada peringkat ke-2 setelah negara India.
“Tapi dari angka presentase penularan kasus adalah nomor 1 di dunia. Dengan demikian, persoalan TB di Indonesia merupakan persoalan yang sangat besar dan membutuhkan pendekatan luar biasa, terintegrasi dan berkelanjutan,” ungkap dr. Pitter.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat menargetkan penurunan insiden TB menjadi sekitar 190 per 100.000 penduduk pada tahun 2029 dan tahun 2025 Kota Bitung tercatat masih di angka 400 per 100.000 penduduk.
Menurutnya, strategi yang harus dilaksanakan dalam rangka penanggulangan TB di Indonesia termasuk di Kota Bitung yaitu dimulai dengan target tracing yang dilakukan secara menyeluruh atau harus menyentuh angka 100 persen.
‘Juga dengan melaksanakan program mengetuk pintu warga yang bertujuan menjangkau secara langsung serta memberikan edukasi kepada semua sasaran,” ucapnya.
Ia menambahkan, dengan demikian tracing TB bukan sekedar kegiatan mencari penderita TB, tetapi merupakan strategi untuk menemukan sumber penularan, menemukan kasus yang belum terdiagnosis, serta mencegah munculnya kasus baru dan melindungi kontak yang beresiko.
Sementara itu, Asisten 1 Setda Kota Bitung bidang Pemerintahan & Kesra, Forsman Dandel, S.Sos, MAP, saat membacakan sambutan Wali Kota Bitung mengatakan, kasus TB masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian dan kerjasama.
“Penanggulangan TB tidak cukup dengan hanya mengobati mereka yang sudah sakit tetapi juga harus dilakukan melalui penemuan kasus aktif, pelacakan kontak erat, deteksi dini, serta pencegahan penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Lanjut Forsman, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program prioritas Presiden Republik Indonesia, melalui program CKG, yang bertujuan menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata dan mendorong masyarakat untuk melakukan deteksi dini.
Ia menambahkan, pemerintah mendorong pelacakan kontak erat lebih menyeluruh termasuk memanfaat CKG sebagai pintu masuk untuk menemukan kasus TB sedini mungkin.
“Dengan menemukan kasus lebih cepat, memberikan pengobatan secara tepat dan tuntas, serta melindungi orang-orang yang beresiko tertular, kita dapat bersama-sama memutus mata rantai penularan TB,” pungkasnya.
Pemkot Bitung mengajak kepada semua masyarakat yang menjadi sasaran untuk tidak takut, tidak malu dan tidak ragu mengikuti pemeriksaan. Justru dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, kita dapat segera mengambil langkah-langkah yang tepat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Madidir Heimans Bidara Kansil, SE, Lurah Wangurer Barat, Rhina S. Tewu, SP, Kepala Puskesmas Paceda, dr. Feybi Thenderan, Kepala Puskesmas Lembeh Utara, dr. Willem Frederik Sangi, para tenaga kesehatan, masyarakat, serta awak media.(Q’po)


Discussion about this post