Sangihe, Barta1.com — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus mendorong pemerataan akses energi listrik di wilayah kepulauan. Terbaru, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari meresmikan operasional listrik 24 jam di Kampung Beeng Laut dan Kampung Bebalang.
Peresmian tersebut menjadi langkah penting pemerintah daerah dalam memperluas pelayanan dasar, terutama bagi masyarakat di wilayah yang selama ini masih mendapatkan pasokan listrik secara terbatas.
Kegiatan peresmian juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay.
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari mengatakan beroperasinya listrik 24 jam di Beeng Laut dan Bebalang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan penerangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Listrik 24 jam bukan sekadar penerangan. Ini merupakan bagian penting dari pelayanan dasar yang dapat mendukung pendidikan, kesehatan, pemerintahan, komunikasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Michael Thungari.
Menurut dia, pemerintah daerah akan terus membangun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PT PLN untuk memperluas layanan listrik 24 jam ke kampung-kampung lain yang masih mengalami keterbatasan pasokan.
“Yang kita harapkan adalah masyarakat di wilayah kepulauan bisa mendapatkan pelayanan dasar yang setara. Karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PLN untuk mencari solusi terhadap wilayah yang masih terbatas pasokan listriknya,” ujar Michael.
Saat ini, masih terdapat sejumlah wilayah di Kepulauan Sangihe yang memperoleh pasokan listrik sekitar 6–12 jam per hari. Kondisi geografis kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan infrastruktur kelistrikan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat masih ada delapan kampung yang menjadi perhatian dalam peningkatan layanan kelistrikan menjadi 24 jam.
Kedelapan kampung tersebut yakni Kampung Bukide, Bukide Timur, Kalama, Mahengetang, Para Salingkere, Kawaluso, Kawio, dan Matutuang.
Peningkatan layanan di delapan kampung tersebut akan diupayakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kondisi geografis wilayah, kebutuhan masyarakat, serta kemampuan teknis dan dukungan PLN.
“Delapan kampung ini menjadi perhatian kita. Tentu pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sekaligus karena harus melihat kesiapan infrastruktur dan kondisi masing-masing wilayah. Namun, kami akan terus mengupayakan agar layanan listrik 24 jam dapat diperluas secara bertahap,” kata Michael.
Pemkab Sangihe menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PLN atas sinergi yang telah dibangun dalam meningkatkan pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan.
Bagi masyarakat, keberadaan listrik selama 24 jam diharapkan memberikan dampak langsung terhadap berbagai aktivitas. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, pelayanan pemerintahan dan kesehatan dapat berjalan lebih optimal, sementara masyarakat memperoleh ruang yang lebih besar untuk mengembangkan usaha.
Pemerintah daerah menilai listrik 24 jam bukan hanya persoalan penerangan, melainkan bagian dari fondasi pembangunan yang berkaitan erat dengan kualitas pendidikan, pelayanan publik, komunikasi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pemkab Sangihe menegaskan akan terus memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PLN agar perluasan layanan listrik 24 jam dapat dilakukan secara bertahap di wilayah-wilayah yang masih mengalami keterbatasan pasokan.
Peliput: Rendy Saselah

Discussion about this post