Manado, Barta1.com – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Vonny Paat, mengingatkan pentingnya kehadiran seluruh anggota Banggar dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Provinsi Sulut Tahun Anggaran 2027.
Hal tersebut disampaikan Vonny saat mengikuti pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulut yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Kamis (13/08/2027).
“Pembahasan KUA dan PPAS Provinsi Sulut 2027 bukan sekadar disampaikan dikejar-kejar, tetapi memang benar-benar dikejar-kejar. Saya, Ketua DPRD Sulut Fransiskus Silangen, Bapak Toni Supit, dan Berty Kapojos masih ada acara partai di Surabaya. Kami harus pulang menggunakan pesawat subuh karena ini merupakan tanggung jawab kami,” ungkap Vonny di hadapan Sekretaris DPRD (Setwan) Sulut Niklas Silangen beserta jajaran, serta Ketua TAPD Sulut Tahlis Galang.
Dalam kesempatan tersebut, Vonny juga menyinggung kehadiran sejumlah anggota Banggar yang dinilai tidak terlihat dalam pembahasan.
“Terus bagaimana dengan Bapak-Ibu yang tidak pernah hadir di Banggar? Ini menjadi catatan bagi Setwan dan Ketua TAPD Sulut, sekalipun itu kembali kepada masing-masing fraksi,” tegas anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Menurut Vonny, pembahasan KUA-PPAS 2027 harus dikebut karena pada minggu kedua Agustus sudah ditargetkan adanya penandatanganan nota KUA-PPAS APBD 2027.
Dalam pembahasan PPAS tersebut, sejumlah anggota Banggar terlihat hadir, di antaranya Louis Carl Schramm, Nick Adicipta Lomban, Cindy Wurangian, Fransiskus Andi Silangen, Vonny Paat, Berty Kapojos, Toni Supit, Amir Liputo, dan Julitje Margaretha Maringka.
Sementara itu, ada yang menarik terlihat di sela – sela pembahasan KUA maupun PPAS 2027, yaitu sebuah papan nama yang selalu terpampang dijajaran pimpinan dan anggota Banggar, namun kursinya kosong. Salah satunya atas nama Braien Waworuntu (BW) dari Fraksi NasDem. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post