Manado, Barta1.com – Dosen Politeknik Negeri Manado (Polimdo) Jurusan Akuntansi, Susy A. Marentek, SE., MSA, bersama rekannya Priscilia Sumendap, SE., MSi, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui pembinaan karakter kebersamaan bagi Jemaat GMIM Sion Perang Sorong Manado. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Rabu–Jumat, 24–26 Juni 2026, ini bertujuan melatih kedisiplinan, kerja sama, serta menumbuhkan rasa persatuan di antara para peserta.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan pelatihan kepemimpinan dan retret sebagai upaya membentuk peserta menjadi pribadi yang bertanggung jawab serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Ketua Pengabdian kepada Masyarakat Polimdo, Susy A. Marentek, SE., MSA, didampingi anggota tim Priscilia Sumendap, SE., MSi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter peserta melalui penerapan disiplin dalam mengikuti aturan, jadwal, dan setiap instruksi yang diberikan.
“Hal ini akan membentuk kebiasaan positif yang mendukung keberhasilan akademik maupun kehidupan sehari-hari,” ujar Mem Susy, sapaan akrab dari para mahasiswanya.
Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan mengembangkan kemampuan bekerja sama melalui berbagai aktivitas yang dilakukan secara serentak dan terkoordinasi. Dengan demikian, setiap peserta belajar menyesuaikan diri dengan kelompok serta membangun sikap saling mendukung.
“Nantinya akan tumbuh sikap saling mendukung, menghargai peran orang lain, dan membangun solidaritas,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penggunaan atribut seragam dan pelaksanaan berbagai gerakan secara bersama-sama akan memperkuat rasa persatuan di antara peserta.
“Bahkan, melalui penggunaan atribut seragam serta melakukan gerakan bersama, peserta akan merasakan kebersamaan yang kuat. Hal ini akan memperkuat identitas kelompok, mempererat hubungan sosial, serta menumbuhkan semangat nasionalisme maupun rasa memiliki terhadap komunitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketika nilai-nilai tersebut telah terbentuk, peserta akan semakin terdorong untuk bekerja sama dalam tim, saling mendukung, menghargai peran satu sama lain, serta mampu menyelesaikan berbagai tugas secara kolektif.
“Selanjutnya, rasa persatuan akan semakin kuat sehingga tercipta solidaritas yang kokoh. Dengan demikian, kelompok akan menjadi lebih kompak dan harmonis dalam menghadapi berbagai tantangan. Di sisi lain, karakter sosial peserta juga akan semakin berkembang, menjadi lebih peka terhadap lingkungan, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan empati,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini pula diharapkan tumbuh rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap komunitas. Para peserta didorong untuk memiliki rasa cinta tanah air, kebanggaan terhadap komunitasnya, serta membangun identitas kelompok yang positif. (*)
Editor : Meikel Pontolondo


Discussion about this post