Manado, Barta1.com – Beberapa mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Jurusan Pariwisata, Program Studi DIII Pariwisata, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

Dua di antaranya adalah Alvarianti Maya Natasya Mamile dan Yolivia Trishinta Tarema. Nama kedua mahasiswi tersebut dipanggil dalam momen Kuliah Umum hingga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), yang dirangkaikan dengan kegiatan yudisium DIII Pariwisata Polimdo.
Kepada Barta1.com, Natasya dan Olivia mengaku tidak menyangka dapat meraih prestasi tersebut.

“Kami bahagia dan tidak menyangka bisa meraih prestasi ini,” ungkap Olivia sambil tersenyum.
Rasa bahagia tersebut juga diiringi rasa syukur yang mendalam dari Natasya. Menurutnya, capaian IPK 4,00 sejak semester pertama hingga akhir bukan semata-mata hasil dari kemampuan dirinya sendiri, tetapi juga berkat kebijaksanaan dan penyertaan Tuhan.
“Dengan IPK 4,00 ini sejak semester I hingga sekarang, tentunya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan. Mendapatkan IPK seperti ini bukan kemampuan sendiri. Benar ini prestasi, tetapi semua kebijaksanaan datang dari Tuhan. Intinya saya bangga, terharu, senang dan bersyukur karena sudah mendapatkan prestasi ini,” ujarnya.
Ia berharap prestasi tersebut tidak hanya berhenti pada dirinya, tetapi juga dapat dipertahankan serta menjadi motivasi bagi dirinya dan teman-teman lainnya untuk terus berusaha meraih prestasi, termasuk memperoleh IPK 4,00.
Pandai Membagi Waktu, Kunci Meraih Prestasi.
Bagi Natasya dan Olivia, prestasi tidak datang begitu saja. Keduanya menyebut kehadiran di kelas, menyelesaikan tugas, serta kemampuan membagi waktu sebagai bagian penting dalam perjalanan akademik mereka.
“Jika ingin berprestasi, tentunya harus rajin masuk kelas, baik itu di kelas maupun saat praktik. Selanjutnya, kerjakan tugas yang telah diberikan oleh dosen,” ujar keduanya.
Tantangan dalam membagi waktu semakin terasa ketika mereka aktif mengikuti berbagai organisasi. Namun, hal tersebut justru menjadi pengalaman yang mengajarkan keduanya untuk lebih disiplin dan mampu menentukan prioritas.
Natasya mengaku aktif dalam sejumlah organisasi, di antaranya UKM Seni dan Budaya bidang Paduan Suara, UKM BKK, dan Rukun Sembihingang.
“Saya masuk organisasi UKM Seni dan Budaya, yaitu Paduan Suara, UKM BKK, dan Rukun Sembihingang. Maka sangat penting membagi waktu dengan fokus pada studi. Mahasiswa harus tahu bagaimana membagi waktunya,” tambah Natasya.
Hal serupa dilakukan Olivia yang aktif di UKM Seni dan Budaya, khususnya bidang Paduan Suara.
“Saya sekretaris Bidang Paduan Suara, jadi benar-benar harus mampu membagi waktu dengan studi. Jika ada tugas, selesaikan tugas dahulu baru lanjut di organisasi, atau sebaliknya,” sahutnya.
Putri Kepulauan Sangihe yang Berprestasi.
Di balik prestasi akademik yang diraih, keduanya ternyata sama-sama berasal dari Kepulauan Sangihe.
Natasya berasal dari Kelurahan Angges, Kecamatan Tahuna Barat. Sementara Olivia berasal dari Kecamatan Kendahe, Kampung Mohong Sawang, Kabupaten Sangihe.
Semangat keduanya dalam menempuh pendidikan juga tidak terlepas dari peran orang tua yang senantiasa memberikan nasihat, dukungan, dan motivasi.
Natasya, anak pertama dari dua bersaudara, merupakan putri dari almarhum Mantrong Mamile dan Janthi Halos Saibulan. Ia mengungkapkan, selama menjalani proses perkuliahan, orang tuanya selalu mengingatkan pentingnya menjaga pergaulan, sikap, serta tutur kata.
“Dalam proses perkuliahan, orang tua selalu mengingatkan untuk berhati-hati dalam pergaulan, jaga diri baik-baik, jaga tutur kata dan tindakan. Berdoa selalu. Jika ada kesempatan diminta berpartisipasi dalam kegiatan atau lomba, ikut saja. Kalau menang, itu hal biasa. Yang terpenting sudah mencoba dan berusaha. Jangan lupa belajar dan selalu andalkan Tuhan,” tuturnya.
Perempuan yang bercita-cita menjadi diplomat ini juga memiliki alasan tersendiri memilih Jurusan Pariwisata. Salah satunya karena keinginan untuk dapat menjelajahi berbagai negara.
“Saya memiliki keinginan bisa jalan-jalan ke luar negeri. Dengan mengambil Jurusan Pariwisata, bukan sekadar mencapai impian saya, tetapi juga melalui berbagai praktik dan mata kuliah yang diberikan, saya bisa mendapatkan pengalaman dalam bidang service dan hospitality, yang tentunya akan sangat membantu saya dalam dunia kerja di masa yang akan datang,” imbuhnya.
Ketekunan dan Keberanian Mencoba
Sementara itu, Olivia mengaku pesan orang tua tentang pentingnya ketekunan menjadi salah satu pegangan dalam menatap masa depan.
“Pesan orang tua tentang ketekunan dalam meraih masa depan. Jangan pernah takut atau malu untuk mencoba hal baru, asalkan itu tidak merugikan diri sendiri. Dari situ saya memahami bahwa selain masuk kelas, membuat tugas dan praktik, kita pun harus memiliki keberanian. Karena dari situlah kita bisa mendapatkan ilmu yang paling berharga, yaitu pengalaman,” ujar anak ketiga dari lima bersaudara, putri pasangan Jance Tarema dan Aysye Bilalang.
Olivia memilih Jurusan Pariwisata di Polimdo karena ingin mengembangkan keterampilan yang telah dimilikinya sejak duduk di bangku SMA.
“Satu alasan memilih Jurusan Pariwisata sejak awal karena menyesuaikan dengan skill yang dimiliki dan dipelajari sejak duduk di bangku SMA,” ujar perempuan berkulit sawo matang itu.
Ke depan, Olivia memiliki keinginan untuk menjadi orang sukses, memiliki kehidupan yang baik, serta mampu membahagiakan kedua orang tuanya.
“Saya memiliki keinginan untuk bekerja di berbagai tempat, terutama di Dinas Pariwisata. Kenapa harus Dinas Pariwisata? Karena ingin memberikan kemampuan saya dalam mengembangkan destinasi pariwisata yang ada di daerah, yaitu Sangihe. Namun, di sisi lain, saya juga berkeinginan bekerja di hotel hingga bisa ke luar negeri,” katanya.
Raih IPK 4,00, Terima Sertifikat Penghargaan.
Atas prestasi tersebut, Ketua Jurusan Pariwisata Polimdo, Dr. Bernadain D. Polii, M.Pd, bersama Sekretaris Jurusan, Dr. Yurike Sintia Lewan, M.Hum, memberikan sertifikat penghargaan kepada Natasya dan Olivia.
Sertifikat tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan keduanya meraih IPK sempurna 4,00 pada Program Studi DIII Pariwisata Polimdo.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Bernadain turut menyampaikan ucapan selamat dan doa agar prestasi yang telah diraih menjadi awal yang baik bagi perjalanan keduanya ke depan.
“Banyak selamat, kiranya kalian berdua sukses ke depannya,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post