• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Agustus 4, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Dosen dan Mahasiswa Polimdo Hadirkan Pompa Irigasi Berbasis PLTS untuk Petani Bolaang Mongondow

by Meikel Eki Pontolondo
4 Agustus 2026
in Edukasi
0
Dosen dan Mahasiswa Polimdo Hadirkan Pompa Irigasi Berbasis PLTS untuk Petani Bolaang Mongondow
0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Desa Kembang Sari, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi. Hampir 90 persen penduduknya menggantungkan hidup sebagai petani.

Namun, di balik kesuburan hamparan sawah tersebut, para petani kerap mendapat julukan “petani tiada hujan” bahkan “petani nekat”. Julukan itu bukan tanpa alasan. Mereka tetap bercocok tanam meski harus mengeluarkan biaya operasional yang sangat besar demi memenuhi kebutuhan air irigasi.

Dosen Politeknik Negeri Manado (Polimdo), I Gede Para Atmaja, ST., MT, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, biaya operasional yang harus dikeluarkan petani sering kali hampir sama dengan hasil penjualan padi yang mereka peroleh.

“Terbilang tanpa selisih antara biaya operasional dan hasil penjualan padi. Karena itu mereka sering disebut sebagai petani nekat,” ujarnya.

Saat melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Kembang Sari, sejak 28 Juli hingga 1 Agustus 2026.  Dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Polimdo berdialog langsung dengan warga, termasuk Ketua Kelompok Tani, I Gede Putu.

Putu menjelaskan bahwa lahan persawahan di wilayah tersebut belum ada irigasi langsung dari bendungan. Untuk mencegah tanaman padi kekeringan, petani harus memompa air dari sungai menuju area persawahan.

“Pompa air yang digunakan memakai mesin diesel menggunakan bensin, bahkan ada yang menggunakan gas LPG. Jumlahnya bisa mencapai ratusan unit untuk mengalirkan air ke sawah,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai biaya operasional, Putu menjelaskan bahwa harga LPG di pangkalan sekitar Rp20 ribu per tabung, sedangkan di warung bisa mencapai Rp45 ribu. Sementara jika menggunakan solar, kebutuhan bahan bakar mencapai sekitar delapan liter per hari dengan harga sekitar Rp20 ribu per liter.

“Pompa biasanya dioperasikan mulai pukul 07.00 hingga 16.00 sore. Karena keterbatasan air, biaya bahan bakar menjadi beban yang cukup besar bagi petani,” jelasnya.

I Gede Para Atmaja menambahkan bahwa sebagian petani juga memanfaatkan air tanah menggunakan pompa yang tetap membutuhkan bahan bakar, baik solar, bensin maupun LPG.

Melihat persoalan tersebut, Jurusan Teknik Elektro Polimdo menawarkan solusi melalui pompa irigasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang lebih ramah lingkungan sekaligus mampu menekan biaya operasional petani.

“Pompa irigasi berbasis PLTS tidak menggunakan bahan bakar apa pun karena memanfaatkan energi matahari. Selain ramah lingkungan, biaya operasional menjadi jauh lebih rendah dan usia pakainya juga lebih panjang. Kapan pun energi tersedia, masyarakat dapat memanfaatkannya,” terang I Gede.

Ia menjelaskan, perancangan dan pembangunan sistem pompa irigasi tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa, termasuk dua mahasiswa Program Studi DIV Teknik Listrik serta dua mahasiswa Teknik Informatika yang mengembangkan sistem Internet of Things (IoT) dan website sebagai media pemantauan.

Mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan alat tersebut yakni Rifarson Wirawan Julianus Gagola, Fabiano Yang Ayawila, Ni Made Sri Ariantini, dan Wayan Pasek Restiawan.

Sementara tim dosen yang terlibat dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow terdiri atas Ir. Stephy Beatrix Walukow, MT, Eliezer Mangoting Rongre, S.S.T., M.Si., Ottopianus Mellolo, S.Si., MT, Fitria Claudya Lahinta, S.S.T., MT, I Gede Para Atmaja, ST., MT, Hosea Gian Kaunang, S.T., M.Kom., dan Johan F. Makal, SST., MT.

I Gede menjelaskan, alat tersebut merupakan hasil penelitian yang dikembangkan melalui proses tugas akhir mahasiswa. Setelah selesai dirancang, alat kemudian diserahkan kepada kelompok tani disertai sosialisasi dan pelatihan pengoperasian.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa Polimdo. Setelah penyerahan alat, masyarakat berharap kapasitas pompa dapat ditingkatkan agar mampu menyuplai air ke area persawahan yang lebih luas,” katanya.

Menurutnya, hasil penelitian tersebut diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat karena mampu menyediakan suplai air tanpa bergantung pada bahan bakar fosil. Perawatan yang diperlukan pun relatif hanya pada bagian motor listrik, sedangkan sistem PLTS memiliki usia pakai sekitar 20 hingga 25 tahun.

“Masyarakat berharap alat ini dapat membantu mereka meningkatkan frekuensi panen menjadi empat kali dalam setahun karena biaya operasional dari pembelian bahan bakar dapat ditekan. Pengelolaan alat diserahkan kepada kelompok tani dan mahasiswa memberikan pelatihan langsung mengenai cara pengoperasiannya,” imbuhnya.

Sementara itu, mahasiswa tingkat akhir Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Ni Made Sri Ariantini, menjelaskan bahwa dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Kembang Sari, tim tidak hanya menyerahkan alat, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan sistem pompa air irigasi berbasis PLTS yang terintegrasi dengan IoT.

Melalui kegiatan tersebut, para petani dibekali pengetahuan mengenai cara mengoperasikan sistem, memantau kondisi pompa melalui platform berbasis web, serta memahami pentingnya pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Bantuan yang diberikan berupa satu unit sistem pompa air irigasi berbasis PLTS lengkap dengan panel surya, pompa air, sistem kontrol berbasis IoT, serta platform web yang dapat digunakan untuk melakukan monitoring dan pengendalian pompa dari jarak jauh.

“Saya berharap melalui kegiatan ini para petani memperoleh akses air irigasi yang lebih mudah, mampu mengurangi biaya operasional karena tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak maupun gas LPG, serta dapat memanfaatkan teknologi untuk memantau dan mengendalikan pompa dari jarak jauh sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat,” pungkas Ni. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo 

Barta1.Com
Tags: Desa Kembang SariI Gede Para AtmajaJurusan Teknik Elektro PolimdoPengabdian kepada masyarakatpolimdoPompa air berbasis PLTS
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Dosen dan Mahasiswa Polimdo Hadirkan Pompa Irigasi Berbasis PLTS untuk Petani Bolaang Mongondow 4 Agustus 2026
  • Hengky Honandar Serahkan SK Pengangkatan Kepala Lingkungan pada Apel Kerja Pemkot Bitung 4 Agustus 2026
  • 19 Kasus Penyakit Kusta, Pemkab Sitaro Beri Perhatian Serius 3 Agustus 2026
  • Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas Ingatkan Penjabat Sekda Tanggungjawab dan Integritas 31 Juli 2026
  • Dari Forum Temu Rakyat Sulut: 25 Komunitas Deklarasikan ‘Perang’ Lawan Perampasan Ruang Hidup 31 Juli 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In