Kotamobagu, Barta1.com — PT PLN (Persero) UP3 Kotamobagu bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di Desa Solimandungan I dan Desa Solimandungan II, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Minggu (07/06/2026).
Langkah responsif ditujukan untuk meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial-ekonomi pascabencana di wilayah tersebut. Bencana banjir bandang ini dipicu oleh intensitas hujan sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Bolaang Mongondow selama sepekan terakhir, sehingga menyebabkan Sungai Botuk meluap hebat.
Luapan air yang membawa material lumpur dan kayu dengan ketinggian 1 hingga 1,5 meter tersebut merendam ratusan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum, termasuk Masjid An-Nur Solimandungan II, SDN 2 Solimandungan II, Kantor Desa, Pustu Solimandungan II, gedung TK, hingga merembet ke Desa Solimandungan Baru dan Desa Komangaan.
Menghadapi situasi darurat tersebut, PLN UP3 Kotamobagu yang membawahi keandalan kelistrikan di wilayah Bolaang Mongondow langsung menerapkan prosedur keselamatan ketenagalistrikan dengan mengisolasi jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kiloVolt (kV) yang menyuplai kawasan terdampak.
Pemadaman darurat gardu distribusi ini dilakukan secara taktis guna mengantisipasi bahaya kebocoran arus listrik di area pemukiman yang tergenang air, demi mengamankan ribuan pelanggan yang berada di klaster Kecamatan Bolaang.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan komitmen penuh korporasi untuk memprioritaskan keselamatan jiwa di samping melakukan pemulihan infrastruktur secara simultan melalui pernyataan resminya.
“Kami di PLN berkomitmen penuh untuk tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga hadir secara kemanusiaan. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami saat banjir melanda, dan pascabencana fokus kami adalah membantu warga kembali bangkit. Melalui program TJSL ini, kami berharap bantuan yang disalurkan dapat mempercepat pemulihan psikologis dan pemenuhan kebutuhan logistik dasar warga di Bolaang Mongondow,” jelas Usman.
Dalam aksi tanggap darurat tersebut, logistik yang didistribusikan oleh PLN mencakup 150 paket sembako, 150 kardus air mineral, 50 unit kasur, 50 lembar tikar, serta 2 unit tandon air bersih.
Seluruh bantuan disalurkan secara terarah untuk memastikan warga yang mengalami kerugian material paling berat di kawasan Solimandungan Raya segera mendapatkan pemenuhan kebutuhan primer pasca-hanyutnya harta benda mereka.
Manager PLN UP3 Kotamobagu, Reki Wowiling, memaparkan pemulihan teknis pada sistem kelistrikan di lapangan berjalan beriringan dengan aksi sosial gotong royong yang melibatkan seluruh elemen pegawai.
“Begitu menerima laporan banjir bandang, petugas PLN segera melakukan pemadaman darurat dan pengamanan sistem kelistrikan di wilayah terdampak guna menghindari potensi bahaya sengatan listrik. Sembari memulihkan sistem, keluarga besar PLN UP3 Kotamobagu, termasuk tenaga alih daya, juga bergotong-royong membantu warga membersihkan lumpur di fasilitas umum dan pemukiman,” jelas Reki.
Penyerahan bantuan logistik ini dikawal langsung oleh jajaran Manajemen PLN UP3 Kotamobagu, PLN ULP Inobonto, Srikandi PLN, serta Persatuan Istri Karyawan Karyawati (PIKK) PLN UP3 Kotamobagu.
Prosesi penyerahan di lapangan turut disaksikan dan didampingi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, mulai dari Asisten II dan Asisten III Sekretariat Daerah, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, hingga jajaran pemerintah kecamatan serta desa setempat.
Apresiasi tinggi atas kesigapan operator ketenagalistrikan nasional ini disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Renti Mokoginta SPd MAP, saat meninjau lokasi terdampak.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada PLN yang telah menunjukkan kepedulian nyata. Sinergi ini membuktikan bahwa penanganan bencana memerlukan kolaborasi erat multi-pihak agar masyarakat terdampak bisa segera pulih,” kata dia.
Senada dengan pemerintah daerah, Camat Bolaang, Ninik Kusrini Tohis, S.Ik, menyoroti bagaimana kehadiran fisik petugas PLN di lapangan memberikan dampak proteksi dan sosial yang sangat nyata bagi wilayahnya.
“PLN tidak hanya mengamankan listrik, tapi juga hadir fisik membantu pembersihan pemukiman serta membawa bantuan kebutuhan dasar yang sangat mendesak bagi warga kami. Ini sangat berarti bagi kami,” kata Ninik.
Manfaat nyata dari kolaborasi kemanusiaan ini dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput, salah satunya Yusran Paputungan, warga Desa Komangaan yang ikut terdampak luapan Sungai Botuk.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan dari PLN di tengah kondisi sulit ini. Paket sembako, air bersih, kasur, dan tikar ini sangat kami butuhkan karena banyak barang kami yang hanyut dan rusak. Semoga kebaikan seluruh petugas PLN dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa.”
Melalui penanganan terpadu ini, PLN berhasil menormalkan kembali pasokan daya Tegangan Rendah (JTR) 220 Volt ke rumah-rumah pelanggan secara bertahap setelah memastikan seluruh instalasi dan alat pengukur kelistrikan dalam keadaan kering serta aman. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post