Sangihe, Barta1.com – Banjir bandang yang menerjang Kampung Lelipang, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, tidak hanya merusak rumah warga. Bencana yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 08.00 WITA itu juga menyebabkan terganggunya akses air bersih bagi masyarakat.
Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian utama saat Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari meninjau langsung kondisi warga di Kampung Lelipang, Jumat (24/7/2026).
Bersama rombongan, Bupati melihat langsung dampak banjir bandang yang menyebabkan tiga rumah warga mengalami rusak berat dan dua rumah lainnya rusak ringan.
Di tengah warga yang masih membersihkan sisa material banjir, kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak. Jaringan air yang terdampak bencana membuat masyarakat kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Yang paling dibutuhkan sementara adalah air bersih,” kata Michael Thungari saat berada di lokasi.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengerahkan dua unit mobil tangki untuk memasok air bersih ke wilayah terdampak.
Menurut Michael, pasokan tersebut akan diperkuat dengan bantuan tambahan dari Balai Wilayah Sungai. Dalam beberapa hari ke depan, mobil tangki dari balai dijadwalkan turun membantu distribusi air kepada masyarakat.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan enam unit tandon air yang akan didistribusikan ke sejumlah titik prioritas di wilayah terdampak.
“Sementara kita suplai menggunakan mobil tangki yang kita punya, ada dua unit. Dalam dua hari ada mobil tangki dari balai, kemudian ada enam unit tong air yang kita akan bagi juga dan salah satu prioritas di tempat ini,” ujarnya.
Jaringan Pipa Air Akan Dibangun Kembali
Masalah air bersih di Lelipang tidak hanya akan ditangani melalui distribusi air menggunakan mobil tangki. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pemulihan jaringan pipa yang rusak akibat bencana.
Michael mengatakan Dinas Pekerjaan Umum masih memiliki persediaan pipa yang dapat digunakan untuk membangun kembali jaringan distribusi air bersih di kawasan terdampak.
“Dari PU juga sudah ada sisa-sisa pipa di sana hampir 100 ujung kita akan kirim ke sini,” katanya.
Pembangunan jaringan tersebut diharapkan dapat mendekatkan akses air bersih kepada masyarakat. Pemerintah tidak ingin warga terus bergantung pada pasokan air menggunakan mobil tangki selama masa pemulihan.
“Sehingga paling tidak, setiap rumah belum dapat, tetapi titik-titik air itu sudah lebih dekat bagi mereka,” ujar Michael.
Selain persoalan air bersih, Bupati juga menyoroti kondisi sungai yang mengalami perubahan setelah diterjang banjir. Aliran sungai disebut semakin melebar sehingga berpotensi kembali mengancam permukiman apabila hujan berintensitas tinggi kembali terjadi.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe telah melaporkan kondisi tersebut kepada Balai Wilayah Sungai Provinsi untuk segera dilakukan survei dan penanganan darurat.
“Balai Sungai Provinsi sudah kita laporkan. Mereka akan turun survei, semoga penanganan daruratnya tidak akan lama,” kata Michael.
Bupati Serahkan Bantuan kepada Warga
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Michael Thungari juga menyerahkan bantuan darurat kepada warga yang terdampak paling parah. Penyerahan bantuan dilakukan di Gedung Gereja Lelipang.
Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Cherry Thungari Soeyoenus, Wakil Ketua TP PKK Agnes Bulahari Walukouw, Kepala BPBD, Asisten II Sekretariat Daerah, serta para staf khusus.
Kehadiran pemerintah di tengah warga diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kondisi lapangan.
Michael juga membuka ruang bagi pemerintah kampung untuk memanfaatkan mekanisme perubahan penggunaan Dana Desa melalui musyawarah masyarakat guna mendukung penanganan dampak bencana.
“Dana desa itu kan musyawarah masyarakat. Jadi ketika dia cair, dimusyawarahkan kembali, bikin perubahannya untuk menangani bencana,” ujarnya.
Warga Diminta Waspada
Di tengah proses pemulihan, Bupati meminta masyarakat Lelipang dan warga yang tinggal di kawasan rawan bencana meningkatkan kewaspadaan.
Menurutnya, kawasan sekitar Gunung Sandorumang menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian karena aliran air dari wilayah tersebut dapat meningkat ketika hujan deras berlangsung.
“Yang tinggal di bantaran sungai harap tetap waspada. Kemudian yang di seputaran Gunung Sandorumang ini karena memang pusat air ada di sini,” katanya.
Michael mengingatkan warga agar tidak menunggu kondisi memburuk ketika hujan deras berlangsung cukup lama. Masyarakat diminta segera mencari tempat aman apabila kondisi sungai mulai tidak normal.
“Kalau hujan sudah lebih dari tiga sampai empat jam, jangan panik dan segera mencari tempat pengungsian,” ujarnya.
Banjir bandang yang menerjang Lelipang kini menyisakan pekerjaan besar bagi pemerintah dan masyarakat. Selain memperbaiki rumah yang rusak, pemulihan jaringan air bersih menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memastikan penanganan akan dilakukan secara bertahap melalui distribusi air bersih, pembangunan kembali jaringan pipa, serta koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk penanganan sungai dan infrastruktur yang terdampak.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post