Sangihe, Barta1.com – Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari meninjau langsung pasien yang dievakuasi ke halaman RSUD Liun Kendage Tahuna setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Senin, (8/6/2026).
Gempa yang berpusat sekitar 236 kilometer di barat laut Kepulauan Sangihe itu menyebabkan kepanikan di sejumlah lokasi, termasuk di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Sejumlah pasien dievakuasi dari ruang perawatan ke area terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.
Tenaga kesehatan bersama keluarga pasien memindahkan pasien ke lokasi yang dinilai lebih aman. Pelayanan medis tetap dilakukan selama proses evakuasi berlangsung.
Michael Thungari tiba di lokasi tidak lama setelah evakuasi dilakukan. Ia memeriksa kondisi pasien dan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Sejumlah pejabat daerah dan petugas penanggulangan bencana juga terlihat berada di lokasi.
Pihak rumah sakit menyatakan evakuasi dilakukan sesuai prosedur tanggap darurat untuk mengutamakan keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung.
Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna, dr. Polideng Dalawir, mengatakan petugas rumah sakit segera menjalankan prosedur tanggap darurat dengan mengutamakan keselamatan pasien.
“Kami sudah mengevakuasi pasien yang ada di lantai 4, lantai 3, dan lantai 2. Untuk pasien rawat jalan di lantai 1 sudah kami komunikasikan dan dianjurkan untuk melakukan kontrol besok hari. Pasien rawat jalan sudah kembali pulang,” kata Dalawir.
Menurut dia, proses evakuasi dilakukan secara bertahap sesuai kondisi pasien. Pasien yang masih mampu berjalan diarahkan menuju halaman rumah sakit melalui tangga dan jembatan penghubung. Sementara pasien yang membutuhkan perawatan di tempat tidur dipindahkan menggunakan bed pasien oleh tenaga kesehatan.
“Yang terakhir adalah pasien yang menggunakan oksigen karena tabung oksigen membutuhkan penanganan dan pengangkutan yang lebih kompleks,” ujarnya.
Hingga Senin siang, petugas masih memantau perkembangan situasi pascagempa. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG serta pemerintah daerah.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post