Tahuna, Barta1.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) sukses mengawal keandalan pasokan listrik selama perhelatan Selebrasi Paskah Pemuda GMIST 2026. Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna, PLN menerapkan standar layanan “Tanpa Kedip” guna memastikan rangkaian acara di wilayah kepulauan tersebut berjalan lancar tanpa gangguan teknis.
Dalam acara yang dipusatkan di Kota Tahuna ini, PLN menyiagakan infrastruktur kelistrikan yang kokoh guna melayani ribuan peserta yang memadati lokasi. Tak tanggung-tanggung, PLN mengerahkan satu unit Mobile Genset berkapasitas 100 kVA serta menugaskan delapan personel teknis yang bersiaga penuh di titik vital untuk memitigasi segala risiko anomali jaringan.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengungkapkan bahwa pengamanan listrik pada agenda keagamaan besar di wilayah perbatasan merupakan prioritas utama perusahaan. Menurutnya, kesuksesan ini membuktikan bahwa kualitas layanan di wilayah kepulauan kini telah setara dengan kota-kota besar di daratan Sulawesi.
“Kami tegaskan bahwa standar pengamanan ‘Tanpa Kedip’ yang diterapkan bertujuan agar seluruh peserta dapat merayakan momentum Paskah dengan penuh kekhidmatan. Keberhasilan ini adalah hasil dari transformasi pemeliharaan jaringan berbasis preventif yang terus kami perkuat di wilayah perbatasan dan kepulauan,” ujar Usman dalam keterangan resminya, Senin (13/04/2026).
Secara geografis, Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan wilayah beranda terdepan Indonesia yang memiliki tantangan cuaca ekstrem dan logistik yang dinamis. Berdasarkan data statistik daerah, ketergantungan masyarakat Sangihe terhadap stabilitas energi sangat tinggi, terutama saat penyelenggaraan event lintas wilayah yang melibatkan Gereja Masehi Injili di Sangihe Talaud (GMIST) sebagai organisasi keagamaan terbesar di sana.
Kegiatan bernuansa religius ini juga menjadi sorotan karena dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan jajaran Forkopimda. Sinergi antara PLN dan pemerintah daerah menjadi faktor penentu mengingat beban puncak listrik saat acara besar seringkali meningkat signifikan dibanding hari biasa.
Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan inspeksi menyeluruh pada titik distribusi jauh sebelum acara dimulai. Langkah mitigasi ini mencakup pembersihan jaringan dari potensi gangguan pohon hingga pengecekan performa trafo di sekitar lokasi pusat kegiatan.
“PLN tidak hanya mengandalkan pasokan utama, tetapi juga menyiapkan skema pengalihan beban otomatis ke genset cadangan untuk mengantisipasi kondisi darurat. Hal ini dilakukan demi memastikan setiap detik jalannya ibadah tidak terganggu, sehingga seluruh sarana pendukung tetap operasional secara maksimal,” jelas Dimas mengenai detail teknis di lapangan.
Apresiasi tinggi pun mengalir dari pihak penyelenggara yang merasakan langsung stabilitas energi selama acara berlangsung. Ketua Panitia Selebrasi Paskah Pemuda GMIST 2026, Julian Pesik, mengakui profesionalisme petugas PLN yang sigap berkoordinasi dengan panitia sejak tahap persiapan hingga acara usai.
“Kehadiran listrik yang stabil terbukti menjadi faktor krusial dalam menyukseskan gelaran akbar ini. Hal tersebut memberikan rasa tenang bagi kami dalam mengatur jalannya acara yang padat, sekaligus mempertegas peran PLN sebagai tulang punggung aktivitas sosial di wilayah terdepan Indonesia,” pungkas Julian.
Melalui capaian ini, PLN UID Suluttenggo berkomitmen untuk menjadikan standar layanan di Tahuna sebagai tolok ukur pengawalan acara besar lainnya di masa depan. Perusahaan memastikan bahwa setiap pelosok di Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo akan terus mendapatkan akses energi yang andal, aman, dan berkualitas demi mendorong kesejahteraan masyarakat. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post