Manado, Barta1.com — Politeknik Negeri Manado (Polimdo), khususnya Jurusan Teknik Mesin, kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dengan menggelar kuliah tamu industri bertajuk Renewable Energy Lecture Series. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ir. Braiyen Kurniawan, S.T., dan dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Webinar pada Kamis (9/04/2026).

Kegiatan ini Polimdo bekerja sama dengan PT Agra Surya Energy, AESI, SWISS Confederation, serta Politeknik Berdampak.

Kuliah tamu tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, bersama Ketua Jurusan Teknik Mesin Meidy P. Y. Kawulur, S.Si., M.Si., serta jajaran dosen dan mahasiswa. Tak hanya itu, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai politeknik lain, seperti Politeknik Jakarta, Politeknik Ujung Pandang, Politeknik Bali, dan Politeknik Akamigas Cepu.

Dalam sambutannya, Direktur Polimdo Maryke Alelo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber atas kesediaannya berbagi ilmu dan pengalaman kepada para mahasiswa.
“Terima kasih kepada Bapak Braiyen yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan dan informasi kepada mahasiswa kami,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun di tengah berbagai keterbatasan, pihak kampus tetap berupaya menjalankan program akademik dengan optimal.
Dalam pemaparannya, Ir. Braiyen Kurniawan mengangkat topik mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ia menjelaskan bahwa sistem PLTS memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan energi listrik.
“Cahaya matahari diubah menjadi arus searah (DC), kemudian dikonversi oleh inverter menjadi arus bolak-balik (AC) sesuai kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.
Arus AC tersebut selanjutnya digunakan untuk menyuplai berbagai perangkat elektronik seperti kipas angin, lampu, hingga mesin cuci.
Lebih lanjut, Braiyen juga memaparkan berbagai proyek PLTS yang telah dikerjakan timnya di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera, Jawa (Banten hingga Jawa Timur), Makassar, Riau, Gorontalo, Bali, hingga Kupang.
Ia juga menyoroti potensi besar energi surya di Kota Manado. Berdasarkan pengalamannya saat berada di Manado pada tahun 2014–2015, ia menilai intensitas cahaya matahari di daerah tersebut sangat mendukung pengembangan PLTS.
“Saya melihat potensi energi matahari di Manado sangat besar dan layak untuk dimanfaatkan secara maksimal,” ungkapnya.
Braiyen pun mendorong mahasiswa Polimdo untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merancang dan mengimplementasikan proyek PLTS secara nyata.
“Mahasiswa bisa menjadi pionir dalam perencanaan hingga pemasangan PLTS di Manado,” tuturnya.
Ia menambahkan, alasan utama penggunaan PLTS adalah efisiensi serta perannya dalam mendukung transisi menuju energi terbarukan.
“Meski biaya awal cukup besar, manfaat jangka panjangnya sangat signifikan. Selain itu, PLTS dapat mengurangi ketergantungan pada energi konvensional,” jelasnya.
Dari segi keuntungan, penggunaan PLTS mampu menekan biaya listrik, memiliki sumber energi yang tidak terbatas, serta ramah lingkungan karena dapat mengurangi emisi gas karbon dioksida (CO₂).
Dengan terselenggaranya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami pentingnya energi terbarukan dan terdorong untuk berkontribusi dalam pengembangannya di masa depan. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post