Manado, Barta1.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan distribusi LPG 3 Kg di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Langkah ini dilakukan demi menjamin ketersediaan serta keterjangkauan bagi masyarakat.
Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas dinamika yang terjadi di lapangan terkait kelangkaan LPG 3 Kg. Pemerintah menilai, persoalan ini bukan disebabkan oleh keterbatasan stok, melainkan lebih pada masalah distribusi dan lemahnya pengawasan.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Komisi II DPRD Sulut dalam dua pekan terakhir melakukan tinjauan lapangan. Mereka menggelar pengecekan acak di sejumlah kabupaten/kota guna menelusuri penyebab kelangkaan serta lonjakan harga yang dinilai tidak wajar.
Anggota Komisi II, Jeane Laluyan, mengungkapkan bahwa sebelum turun ke lapangan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina. Dari hasil koordinasi itu dipastikan bahwa tidak ada pengurangan subsidi untuk tabung gas LPG 3 Kg.
Namun, dalam peninjauan langsung, politisi PDI Perjuangan tersebut menemukan sejumlah persoalan yang dinilai merugikan masyarakat.
“Dalam Keputusan Menteri (Kepmen) terbaru tahun 2025 disebutkan bahwa pangkalan hanya boleh menyalurkan paling banyak 10 persen dari jatah subsidi kepada pengecer atau warung. Namun di lapangan, kami menemukan pangkalan justru menyalurkan jauh lebih banyak ke pengecer dibandingkan penjualan langsung kepada masyarakat,” ujar Laluyan.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti laporan masyarakat terkait penggunaan LPG 3 Kg oleh dapur MBG.
“Warga melaporkan bahwa pengelola dapur MBG kerap memborong tabung gas saat distribusi tiba. Selain itu, ketidakjelasan aturan terkait penjualan ke pengecer dengan harga tertinggi turut merugikan masyarakat,” jelasnya.
Laluyan pun menegaskan pentingnya peningkatan fungsi pengawasan oleh Pertamina. Ia juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi, agar regulasi yang ada dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. (*)
Editor: Meikel Pontolondo


Discussion about this post