Manado, Barta1.com – Mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, nyaman, dan sehat bukan sekadar wacana di kampus ini. Konsep Green Campus dihadirkan melalui ruang-ruang hijau yang tertata asri, taman yang menyejukkan mata, serta fasilitas memadai untuk belajar maupun bersantai.

Pemandangan itu tampak jelas di Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Suasananya bak taman Keukenhof di Belanda, dengan hamparan bunga yang tertata indah dan area hijau di berbagai sudut. Tak hanya mempercantik lingkungan, ruang-ruang ini juga dimanfaatkan sebagai bagian dari konsep urban farming yang edukatif dan berkelanjutan.

Tiga mahasiswi Program Studi Teknik Informatika, yakni Lheadis Tamuntuan, Niciko Gonta, dan Injilia Titjo, terlihat menikmati suasana belajar di luar kelas. Bagi mereka, fasilitas tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda.

“Fasilitas yang disediakan membuat kami merasa nyaman dan lebih bahagia. Proses belajar pun terasa lebih terbantu meski tidak berada di dalam kelas,” ujar Lheadis, Rabu (4/03/2026), didampingi Niciko dan Injilia.
Ia menambahkan, keberadaan ruang hijau memberi kesejukan tersendiri.
“Ruang hijaunya membuat mata terasa segar dan suasana semakin sejuk. Semua itu membuat proses belajar kami lebih nyaman,” ungkap mereka kompak.
Sebagai mahasiswa, ketiganya menilai fasilitas dengan konsep ruang hijau di Jurusan Teknik Elektro Polimdo sudah sangat baik. Bahkan, jika terus dikembangkan, tentu akan semakin menunjang kenyamanan dan produktivitas belajar.
Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Marson James Budiman, ST., MT., menyampaikan bahwa pihak kampus melalui Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA., berkomitmen memfasilitasi ruang belajar mahasiswa tidak hanya di dalam, tetapi juga di luar kelas.
“Lokasi belajar dilengkapi ruang hijau, dan ke depan akan dikembangkan area outdoor. Sistem penerangannya akan didesain menggunakan pembangkit listrik tenaga surya, sehingga lebih hemat energi dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Selain itu, di selasar jurusan telah disediakan tempat duduk yang memungkinkan mahasiswa belajar dan menyelesaikan tugas hingga malam hari.
“Mahasiswa difasilitasi agar tidak kesulitan mencari tempat belajar. Jadi bukan hanya ruang kelas yang disediakan, tetapi juga ruang hijau yang tertata, pengelolaan sampah yang baik, serta penataan lingkungan yang kondusif bagi aktivitas akademik mereka,” tambahnya.
Komitmen terhadap konsep Green Campus ini selaras dengan capaian Polimdo yang menempati peringkat ke-1386 dunia sebagai World’s Most Sustainable University. Setiap pengunjung yang memasuki kawasan kampus akan langsung disambut panorama hijau, pepohonan rindang dan taman tertata rapi di setiap sudut.
Tak hanya pada infrastruktur, budaya ramah lingkungan juga diterapkan dalam keseharian. Tenaga pendidik, mahasiswa, staf, hingga petugas keamanan diarahkan untuk membawa tumbler dan wadah makanan sendiri guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Upaya berkelanjutan inilah yang mempertegas identitas Politeknik Negeri Manado sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan vokasi, tetapi juga dalam menjaga harmoni antara ilmu pengetahuan dan kelestarian lingkungan. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post