Manado, Barta1.com – Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar Seminar Proposal (Sempro) bagi mahasiswa tingkat akhir Program Studi DIV, Rabu (25/02/2026), bertempat di lingkungan Jurusan Teknik Elektro Polimdo.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa yang akan memasuki semester akhir. Dalam kesempatan tersebut, dosen senior Jurusan Teknik Elektro, Julianus Gesuri Daud (Mener Nus), memberikan penjelasan mendalam mengenai perbedaan mendasar antara seminar proposal dan ujian skripsi.
Menurutnya, masih terdapat mahasiswa yang kerap menyamakan Sempro dengan sidang skripsi, padahal keduanya memiliki tujuan, substansi, serta tahapan yang berbeda secara signifikan.
“Seminar proposal atau Sempro bertujuan untuk memaparkan serta memperoleh masukan atau revisi atas rancangan penelitian. Sementara ujian skripsi adalah sidang formal untuk menilai dan memutuskan kelulusan mahasiswa berdasarkan keseluruhan isi skripsi,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Sempro merupakan bagian krusial dalam proses penyusunan skripsi. Pada tahap ini, mahasiswa wajib menjelaskan maksud, tujuan, serta arah penelitian sesuai dengan judul yang dipilih. Kemampuan menyampaikan ide, menjabarkan konsep, serta memaparkan tahapan penelitian akan terlihat melalui komunikasi lisan saat presentasi berlangsung.
“Mahasiswa harus mampu menjelaskan konsep yang ada dalam pikirannya terkait rencana dan tahapan penelitian yang akan dilakukan. Presentasi ilmiah ini menjadi salah satu persyaratan penting dalam penyelesaian studi. Karena itu, mahasiswa Prodi DIV wajib mengikuti Sempro sebagai bagian dari proses kelulusan,” jelasnya.
Sempro dilaksanakan secara langsung di hadapan dosen pembimbing akademik, dosen mata kuliah terkait, serta dosen penguji. Dalam forum tersebut, mahasiswa mempresentasikan rancangan penelitian mulai dari Bab I hingga Bab III secara sistematis dan jelas.
Perbedaan Utama Sempro dan Ujian Skripsi
Mener Nus memaparkan bahwa perbedaan antara Sempro dan ujian skripsi terletak pada tujuan, isi materi, serta waktu pelaksanaannya.
Tujuan dari Sempro: Memaparkan rencana penelitian (Bab I–III) guna memperoleh persetujuan, masukan, serta menguji kelayakan topik dan metode penelitian. Sedangkan ujian Skripsi: Mempertanggungjawabkan hasil penelitian secara menyeluruh (Bab I–V) sebagai dasar penentuan kelulusan.
“Untuk, Isi Materi Sempro: Pendahuluan, tinjauan pustaka, dan metode penelitian. Ujian Skripsi: Keseluruhan isi skripsi, termasuk hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan,” ujar Mener Nus.
Namun, kata dia, dalam waktu Pelaksanaan: Sempro: Dilaksanakan sebelum penelitian dilakukan atau sebelum turun ke lapangan.Ujian Skripsi: Dilaksanakan setelah penelitian selesai dan laporan skripsi rampung disusun.
“Fokus Presentasi Sempro: Menjelaskan apa yang akan diteliti dan bagaimana metode pelaksanaannya. Ujian Skripsi: Menjelaskan apa yang telah diteliti serta hasil yang diperoleh. Sedangkan hasil Akhir Sempro: Penelitian dapat dilanjutkan, direvisi, atau dilakukan Sempro ulang. Untuk Ujian Skripsi: Lulus, lulus dengan revisi, atau tidak lulus (sidang ulang),” tambah dia.
Singkatnya, Sempro adalah seminar untuk menyetujui rencana penelitian, sedangkan ujian skripsi adalah sidang untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah dilakukan.
Tips Menghadapi Seminar dan Ujian Skripsi
Agar mahasiswa dapat menjalani proses ini dengan percaya diri, berikut beberapa tips yang dibagikan:
Pertana, pahami dan kuasai isi skripsi secara menyeluruh, susun materi presentasi yang ringkas, menarik, dan jelas, kemudian melatih diri untuk presentasi secara rutin untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemudian kenali karakter dari dosen penguji.
Selain itu, mahasiswa dituntut untuk menjaga kesehatan dan cukup istirahat, optimis dan percaya diri, bersikap tenang dan fokus saat sidang berlangsung, menerima kritik dan saran dengan lapang dada.
“Dengan persiapan yang matang serta sikap yang positif, diharapkan mahasiswa tingkat akhir Prodi DIV mampu menghadapi ujian skripsi dengan sukses dan penuh keyakinan,” ujar Mener Nus.
Akhir statmennya, ia menyampaikan, agar setiap mahasiswa
tetap semangat, karena setiap proses adalah langkah menuju keberhasilan.
Diketahui, panitia Ujian Tugas Akhir/Skripsi Jurusan Teknik Elektro Polimdo, yakni
Anthoineta Waroh, S.T., M.T, selaku Ketua Panitia Ujian TA/Skripsi dan Maksy Sendiang, S.ST., MT, Sekretaris Panitia
Di jurusan Teknik Elektro.
Dimana, setiap panitia menjadwalkan dosen untuk melakukan evaluasi bagi mahasiswa melalui Seminar proposal skripsi (prodi DIV) dan proposal Tugas Akhir untuk mahasiswa prodi DIII. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post