• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Maret 17, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Penolakan RTRW Sulut Dibenturkan dengan WPR Dinilai Provokatif, Refli : Desakannya Tidak Partisipatif

by Meikel Eki Pontolondo
25 Februari 2026
in Edukasi
0
Penolakan RTRW Sulut Dibenturkan dengan WPR Dinilai Provokatif, Refli : Desakannya Tidak Partisipatif
0
SHARES
75
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1. com – Setelah penolakan hadirnya Perda RTRW Provinsi Sulut yang dibenturkan dengan masyarakat penambang, menuai sorotan dari Refli Sanggel, selaku Dewan Daerah WALHI Sulut, Rabu (25/02/2026).

“Aksi kami menolak pengesahan RTRW yang tidak partisipatif, persoalan subtansi pun kami tidak tahu, mengingat draf yang sering kali kami mintakan kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulut tak kunjung diberikan hingga hari ini, sebagai bentuk keterbukaan kepada publik,” ungkap Refli.

Persoalan penolakan yang dibenturkan dengan WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat), bagi pihaknya, bahwa narasi ini digiring seperti subjektif dan provokatif.

“Jika motif kami anti WPR, itu jelas propaganda yang dimainkan, agar gesekan horizontal masyarakat dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut, desakan utama mereka adalah “kesetaraan ruang”. Cabut izin tambang perusahaan besar di Sulut, baru tata dengan kesetaraan ruang tambang tradisional atau WPR.

” Harapan kami jelas aksi ini dilakukan untuk kesetaraan ruang bagi petani, nelayan, urban dan penambang rakyat (tradisional), mengingat juga banyak sudara – sudara bergantung hidup dengan perkembangan tradisional ini,” pungkasnya. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Manado dalam Kepungan Plastik, Asa yang Terus Dinyalakan

Manado dalam Kepungan Plastik, Asa yang Terus Dinyalakan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Kunjungan Edukatif SMK Negeri 1 Ratahan ke Jurusan Akuntansi Polimdo Disambut Hangat 17 Maret 2026
  • Tangkap Pencatut Nama Kejaksaan 16 Maret 2026
  • Internet di Sangihe Akan Terputus Lima Hari pada April, Ini Penyebabnya 16 Maret 2026
  • Sejarah Pulau Kawaluso, Sangihe: Ruang Tradisi Senyap Namun Berdenyut 16 Maret 2026
  • Ramlan Mangkialo : Buka Puasa Bersama Wujud Kepedulian dan Tanggung Jawab 16 Maret 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In