Manado, Barta1. com – Akademisi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Julianus Gesuri Daud (Mener Nus), memberikan pemahaman kepada mahasiswanya, yakni Kelas 4TL4 Program Studi (Prodi ) DIV Teknik Elektro Polimdo tentang kawat penghantar SUTM 20 kV, yang digunakan di jaringan listrik seluruh Pelosok Negeri Indonesia, Selasa (24/02/2026).

“Mahasiswa ini diharapkan dapat meningkatkan skill maupun kompetensinya, agar mereka dapat menganalisis serta memberikan solusi dari suatu permasalahan yang telah ditemukan di lapangan, sebagai kontribusi dari ilmu pengetahuan yang telah dipelajari di kampus, ” ungkap Mener Nus.
Menurut Alumni ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya ini, bahwa Keputusan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia No. 045/U/2002, kompetensi diartikan sebagai serangkaian tindakan cerdas dan bertanggung jawab yang menjadi syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas di bidang pekerjaan tertentu.
“Hal ini dikuatkan dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang menjelaskan kompetensi kerja sebagai kemampuan setiap individu yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Nus.
Bahkan, kata dia, Badan Nasional Sertifikasi Profesi menjelaskan kompetensi sebagai kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang diharapkan.
“Dalam dunia kerja, sering kita dengar kata skill dan kompetensi. Meskipun terdengar mirip, sebenarnya ada perbedaan penting di antara keduanya. Berikut penjelasannya: Pengertian Kompetensi vs Skill. Secara singkat, skill diartikan sebagai kemampuan atau kekuatan yang dimiliki seseorang berkat latihan dan pengalaman. Contohnya, skill mengoperasikan perangkat elektronik, menulis, berbahasa asing, manajemen waktu, dan banyak lagi,” tuturnya.
Sedangkan, Kompetensi adalah kombinasi keterampilan, pengetahuan, perilaku, dan sikap yang dimiliki seseorang untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan secara profesional, efektif, dan efisien. “Ini mencakup kemampuan dasar dan karakteristik individu yang memungkinkan mereka unggul dalam situasi kerja tertentu. ”
“Biasanya pada lowongan pekerjaan menyebutkan sederet keterampilan apa saja yang diinginkan oleh perusahaan untuk mengisi posisi tertentu. Contohnya, lowongan kerja sebagai teknisi atau seorang supervisor maupun kontraktor di samping yang bersangkutan harus menguasai keterampilan praktis, juga kemampuan mengoperasikan komputer untuk pelaporan, serta juga untuk menghitung melalui simulasi karena komputer juga sebagai alat bantu penalaran matematis, hingga mendorong keterampilan dalam membuat laporan termasuk pembiayaan menggunakan aplikasi Excel,” Imbuhnya.
Jadi apa yang diberikan saat ini, menurut Julianus, kiranya menjadi bekal bagi mahasiswa untuk meningkatkan skill dan kompetensi mereka, agar lulusan siap ditempatkan dan mampu menyesuaikan dengan apa yang perusahaan inginkan, karena mereka sudah terlatih dari kampus.
Apa yang didapatkan dari Jurusan Teknik Elektro Polimdo.

Mener Nus, sapaan akrab mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Polimdo, menjelaskan tujuan utama pendidikan di Politeknik Negeri Manado, terutama Jurusan Teknik Elektro Polimdo adalah untuk mempersiapkan dan membekali para mahasiswa dengan pengetahuan dasar yang kuat dan keterampilan di bidang ketenagalistrikan yang cukup sehingga dapat mengembangkan kreativitas, menganalisa dan mengambil keputusan dalam bidang industri, pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Praktikum Mesin Listrik AC di Laboratorium

Bahkan tujuan praktikum Mesin Listrik AC di Laboratorium Konversi Energi jurusan Teknik Elektro adalah agar mahasiswa mampu mengenal bentuk fisik dan karakteristik dari mesin – mesin listrik, baik itu satu fasa maupun tiga fasa, serta dapat merangkai komponen peralatan sesuai dengan karakteristik dari mesin-mesin listrik sehingga dapat lebih memahami bahan kuliah yang telah diperolehnya.
“Sehingga pula dapat memahami dan mengetahui pengoperasian peralatan ketenagalistrikan, serta dapat merangkai percobaan yang telah ditentukan, melakukan percobaan berupa pencatatan dan pengamatan, disertai dengan membuat laporan dari percobaan yang telah dilakukannya,” jelasnya
Ia menambahkan, bahwa mahasiswa merencanakan, mengoperasikan, melaksanakan, mengawasi, mengendalikan dan mendokumentasikan pekerjaan yang berhubungan dengan ketenagalistrikan yang menjadi tanggung jawabnya. “Mampu mendorong pembelajaran dan praktikum melalui pendekatan berorientasi praktis. Menjadi laboratorium modern sebagai wadah mahasiswa dan dosen dapat meneliti dan mengembangkan ide dan temuan baru, ” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post