Manado, Barta1.com – Kodam XIII/Merdeka menggelar aksi Karya Bakti Peduli Lingkungan secara serentak di dua titik pesisir Kota Manado Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah nyata TNI dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari komitmen besar dalam menyukseskan Gerakan Indonesia Asri. Dimulai sejak pukul 07.00 Wita, ratusan personel gabungan dikerahkan untuk menyisir tumpukan sampah di kawasan pantai yang menjadi ikon wisata ibu kota Sulawesi Utara tersebut.
Titik pertama pembersihan dipusatkan di pesisir pantai Wisata Karang Ria. Agenda di lokasi ini dipimpin langsung oleh Danrem 131/Stg Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip dengan melibatkan sedikitnya 332 peserta dari berbagai unsur.
Peserta di Karang Ria terdiri dari personel TNI, jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta warga setempat. Mereka bergotong-royong mengumpulkan sampah plastik dan limbah rumah tangga guna mengembalikan keasrian garis pantai.
Secara bersamaan, aksi serupa berlangsung di kawasan pesisir pantai Malalayang MBW. Kegiatan di titik kedua ini dipimpin oleh Aster Kasdam XIII/Merdeka Kolonel Inf Daniel E. S. Lalawi, S.I.P., dengan didampingi oleh Kapendam XIII/Merdeka Letnan Kolonel Kav Sofyan.
Sebanyak 264 personel terjun langsung di Malalayang MBW, termasuk prajurit TNI dan perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Utara. Fokus utama mereka adalah memastikan area publik dan destinasi wisata tersebut tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi pengunjung.
Kapendam XIII/Merdeka, Letnan Kolonel Kav Sofyan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari tanggung jawab TNI terhadap lingkungan hidup. Ia berharap aksi ini bisa memantik semangat warga untuk lebih peduli pada kebersihan sekitar.
“Melalui Karya Bakti Peduli Lingkungan ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan pesisir,” ujar Letnan Kolonel Kav Sofyan dalam keterangan resminya di sela-sela kegiatan.
Ia juga menegaskan upaya menjaga ekosistem tidak boleh berhenti pada satu momen saja.
“Gerakan Indonesia Asri harus menjadi budaya bersama, bukan hanya kegiatan seremonial semata,” tambah perwira menengah TNI tersebut.
Langkah ini juga menjadi tindak lanjut atas instruksi Presiden Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, terkait pentingnya penanganan sampah dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif demi masa depan lingkungan yang lebih hijau. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post