Gorontalo, Barta1.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gorontalo melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) mengawali tahun 2026 dengan aksi nyata kepedulian sosial. Melalui Program Pilar Sosial, YBM PLN menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim dan bantuan alat bantu fisik bagi penyandang disabilitas di wilayah Kota Gorontalo, Senin (2/2/2026).
Sebanyak 50 anak yatim yang berasal dari Kelurahan Tenilo, Tanjung Kramat, Telaga Jaya, dan Pulubala menerima paket bantuan lengkap. Bantuan tersebut meliputi paket sembako, perlengkapan belajar, serta santunan uang tunai untuk menunjang kebutuhan pendidikan mereka di awal semester tahun ajaran ini.
Selain santunan rutin, PLN memberikan bantuan khusus berupa kaki palsu kepada Erik Pakaya, seorang warga penyandang disabilitas fisik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya PLN dalam mendukung inklusivitas dan kemandirian ekonomi bagi kelompok difabel agar dapat kembali beraktivitas secara produktif.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menyatakan bahwa dana YBM ini merupakan hasil zakat, infak, dan sedekah dari pendapatan pegawai Muslim PLN. Ia menegaskan program ini adalah mandat untuk menyebarkan kemaslahatan yang berkelanjutan.
“PLN tidak hanya hadir dalam pelayanan kelistrikan, tetapi juga membawa nilai kepedulian sosial. Program YBM ini menjadi bentuk komitmen kami untuk terus memberi manfaat dan memperkuat hubungan dengan masyarakat,” ungkap Usman Bangun dalam keterangan tertulisnya.
Manager PLN UP3 Gorontalo, Hardi, menambahkan bahwa kegiatan ini sengaja dikemas dengan dzikir bersama sebagai pembuka rangkaian agenda sosial sepanjang tahun 2026. Hardi berharap kehadiran PLN dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang berada di garis kemiskinan atau yang membutuhkan perhatian khusus.
“Melalui Program Sosial YBM PLN, kami ingin berbagi kebahagiaan serta memberikan semangat kepada anak-anak yatim dan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan manfaat bagi semua,” tutur Hardi saat memberikan sambutan di Aula Kantor PLN UP3 Gorontalo.
Dukungan pemerintah setempat juga mengalir atas inisiatif ini. Ronal Ngiu, Kepala Seksi Pemerintahan dan Trantibum Kelurahan Tanjung Kramat, menilai bantuan semacam ini sangat krusial mengingat data kemiskinan ekstrem di beberapa kelurahan masih memerlukan intervensi kolaboratif dari sektor korporasi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak yatim. Kami berharap program sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membantu meringankan beban ekonomi warga kami,” ujar Ronal Ngiu memberikan apresiasi.
Rasa haru terpancar dari Erik Pakaya, penerima manfaat kaki palsu. Baginya, bantuan ini bukan sekadar alat bantu fisik, melainkan harapan baru untuk mobilitas yang lebih baik.
“Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk kembali beraktivitas dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. Terima kasih kepada YBM PLN,” pungkasnya. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post