Kotamobagu, Barta1.com – Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, PLN UID Suluttenggo menggelar Pelayanan Teknik (Yantek) Competition 2026. Ajang yang berlangsung pada 2–5 Februari 2026 di PLN UP3 Kotamobagu ini bertujuan menguji ketangkasan petugas dalam menangani gangguan kelistrikan sesuai standar keselamatan tertinggi.
Kompetisi tahunan ini mengusung tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”. Melalui ajang ini, PLN ingin memastikan bahwa seluruh petugas di lapangan memiliki kesiapsiagaan 24/7 untuk menjaga parameter keandalan seperti System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI).
Peserta kompetisi merupakan tim-tim terbaik yang mewakili enam unit pelaksana pelayanan pelanggan, yaitu UP3 Tahuna, UP3 Manado, UP3 Kotamobagu, UP3 Gorontalo, UP3 Toli-Toli, dan UP3 Palu. Mereka diuji dalam simulasi penanganan gangguan teknis, kecepatan eksekusi pekerjaan, hingga kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menekankan bahwa keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan K3. Menurutnya, kompetisi ini adalah investasi jangka panjang PLN dalam meningkatkan customer experience melalui penanganan gangguan yang semakin efisien dan aman bagi petugas.
“Kompetisi ini kami rancang untuk memastikan setiap petugas pelayanan teknik memiliki kompetensi yang terstandar, sigap, dan disiplin terhadap keselamatan kerja. Dengan kompetensi yang kuat, pelanggan merasakan layanan yang semakin andal dan berkualitas,” jelas Usman.
Manager PLN UP3 Kotamobagu, Reki Wowiling, selaku tuan rumah, menyatakan kebanggaannya atas terpilihnya Kotamobagu sebagai lokasi kompetisi. Ia mengingatkan seluruh peserta bahwa hasil akhir dari kompetisi ini bukanlah sekadar juara, melainkan implementasi nyata di lapangan saat menghadapi cuaca ekstrem atau gangguan sistem.
“Selamat datang di Kotamobagu dan selamat berkompetisi. Tampilkan kemampuan terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja serta mematuhi seluruh ketentuan dan prosedur yang berlaku selama perlombaan berlangsung,” ungkap Reki Wowiling menyemangati para peserta.
Sementara itu, Manajer K3L dan Keamanan PLN UID Suluttenggo, Ronggur L. Simanjuntak, menyoroti aspek kolaborasi tim dalam menyelesaikan masalah teknis yang kompleks. Ia menegaskan bahwa dalam ekosistem K3, kegagalan satu orang dalam mematuhi prosedur dapat berdampak pada keselamatan seluruh tim di lapangan.
“Kompetisi ini bukan sekadar menunjukkan kemampuan individu, tetapi menekankan ketepatan kolaborasi, kepatuhan terhadap K3, dan sinergi tim dalam menyelesaikan pekerjaan secara aman dan andal demi mencapai target Zero Accident,” tegas Ronggur L. Simanjuntak.
Melalui Yantek Competition ini, PLN UID Suluttenggo berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul secara teknis dan berkarakter disiplin. Dengan standarisasi yang terjaga, PLN optimis dapat meminimalisir angka kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan rasio kepuasan pelanggan di seluruh wilayah kerja Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post