• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Januari 20, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah
Kuasa Hukum Cyprus Tatali Beber Kejanggalan Kematian Tidak Wajar Evia Maria Mangolo

Kuasa Hukum Keluarga Cyprus Tatali didampingi aktivis perempuan Sulut Jull Takaliuang dan tokoh Nusa Utara Pontowuisang Kakauhe saat berada di TKP yakni tempat kost almarhumah Evia Maria Mangolo, Minggu (4/1/2026). (foto: agust/barta1)

Kuasa Hukum Cyprus Tatali Beber Kejanggalan Kematian Tidak Wajar Evia Maria Mangolo

by Agustinus Hari
4 Januari 2026
in Daerah
0
0
SHARES
147
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Tabir kematian tak wajar mahasiswi semester VII Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Jurusan PGSD Universitas Negeri Manado (UNIMA) Evia Maria Mangolo perlahan mulai terkuak. Sebagaimana dibeber Kuasa Hukum keluarga Cyprus Tatali yang mendatangi tempat kost kematian korban di Kaaten Tomohon, Sulawesi Utara, Minggu (4/1/2026). Bahwa pertama kata dia kalau korban gantung diri kenapa bukan dalam kamar tapi dilakukan di depan lorong kamar dan hanya mengunakan kain.

 

“Jadi kejadiannya bukan dalam kamar tapi di lorong depan kamar atau ruang tamu tempat kost di lantai 2. Kemudian kalau orang gantung diri biasanya mata terbuka lebar, lalu ada buang air kecil atau air besar (BAB) dan lidah menjulur keluar, itu kondisi lumrah orang mati gantung diri,” ujar kuasa hukum yang sudah 30 tahun beracara di Jakarta ini.

 

Dari sisi tali saat gantung diri ternyata kondisi kaki korban masih bisa sampai di lantai. Kemudian kematiannya sangat-sangat tidak wajar. “Kenapa tidak wajar karena dicurigai korban bukan gantung diri tapi dibunuh lalu digantung seolah-olah dia meninggal gantung diri. Hal lain kenapa pihak UNIMA dan kepolisian saat menemukan korban ingin cepat-cepat membawa korban ke Siau, ada apa,” kata Tatali yang didampingi aktivis perempuan Jull Takaliuang dan tokoh Nusa Utara Pontowuisang Kakauhe

.

 

Kemudian pada proses otopsi membutuhkan waktu lama untuk mengungkapnya dikarenakan jenazah Evia sudah dimandikan dan diformalin pihak rumah sakit saat korban dibawa. “Petugas otopsi alami kesulitan karena jenazah sudah dimandikan dan diformalin, ini dikeluhkan sendiri dokter forensik,” imbuhnya.

 

Ia menuturkan, jika jenazah dimandikan dan diformalin atas izin Inafis, maka itu prosedur yang benar. “Kalau di luar prosedur, itulah yang disebut improsedural, dalam pidana ini bisa masuk kategori menghalangi penyelidikan, karena sebelum ada petugas Inafis sudah diambil tindakan,” katanya.

 

Namun sambung Tatali, pihak keluarga berharap Kapolda Sulut punya kemampuan untuk mengungkap kasus tersebut. Dirinya percaya dengan kemampuan dan reputasi Kapolda Sulut.

“Pak Kapolda sudah sangat berpengalaman dan malang-melintang diberbagai daerah di Indonesia, sehingga kami percaya latarbelang tugas beliau yang mumpuni, tentu di pundak beliau kami dari keluarga berharap tabir kematian Evia dapat dibuka,” katanya.

 

Pihak keluarga korban bernama lengkap Antoineta Evia Maria Mangolo ini, berharap tabir di balik kematian putri mereka dapat dibuka. Mereka menduga kematian Evia bukan bunuh diri, tapi dibunuh. Keluarga melalui kuasa hukum Cyprus Tatali menyatakan, pihak keluarga memutuskan untuk mengotopsi jenazah Evia untuk mengungkap penyebab kematiannya.

 

Peliput: Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: Cyprus TataliEvia Maria MangoloKaatenmahasiswi UNIMAtomohon
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Pemicu  Banjir Bandang di Siau, Enam Nyawa Melayang dan Akses Jalan Lumpuh

Pemicu Banjir Bandang di Siau, Enam Nyawa Melayang dan Akses Jalan Lumpuh

Discussion about this post

Berita Terkini

  • PMD Sulut Menganggap Kripik Pisang Teknologi Tepat Guna, Eugene Mantiri : Mirisnya Kita 20 Januari 2026
  • Woww, PMD Sulut Sosialisasi Sehari Habiskan Anggaran Rp20 Juta? 20 Januari 2026
  • PESTA ADAT TULUDE, MAKNA DAN SEJARAHNYA 20 Januari 2026
  • TAMU TAMU IMAJINIR DI HARI TUA , Sebuah Naskah Drama Karya Iverdixon Tinungki 20 Januari 2026
  • Kadis PMD Sulut Disorot Komisi I DPRD Akibat Keterlambatan Hadiri RDP 20 Januari 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In