Kotamobagu, Barta1.com – Executive Vice President (EVP) Operasi Distribusi Sulmapana PT PLN (Persero), Ignatius Rendroyoko, melakukan inspeksi mendadak ke PLN UP3 Kotamobagu. Kunjungan ini bertujuan memastikan standar operasional prosedur (SOP) selama periode siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan optimal di seluruh unit distribusi.
Dalam peninjauannya, Ignatius memfokuskan pengecekan pada Dispatcher PLN UP3 Kotamobagu untuk memantau mekanisme pengendalian beban secara real-time. Pengawasan ini krusial mengingat fluktuasi beban listrik biasanya meningkat tajam pada malam perayaan besar di wilayah Sulawesi Utara.
Ignatius menekankan bahwa kedisiplinan operasional adalah harga mati guna mencegah terjadinya gangguan yang dapat mengganggu aktivitas ibadah masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran manajemen di tingkat unit untuk tidak lengah dalam memantau kesehatan aset kelistrikan.
“Masa Natal dan Tahun Baru merupakan momen penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, PLN harus memastikan seluruh sistem, peralatan, dan personel berada dalam kondisi siap untuk menjaga keandalan pasokan listrik tanpa gangguan,” tegas Ignatius Rendroyoko di Kotamobagu, Selasa (23/12/2025).
Setelah memantau pusat kendali, rombongan melanjutkan inspeksi ke Gardu Induk (GI) Otam. Gardu ini merupakan infrastruktur vital yang menyuplai energi listrik untuk wilayah Kotamobagu dan sekitarnya, sehingga keandalannya menjadi prioritas utama selama masa siaga.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, yang mendampingi kunjungan tersebut menyatakan bahwa seluruh personel telah dibekali peralatan lengkap sesuai standar K3. Pihaknya menjamin bahwa respons terhadap gangguan akan dilakukan dalam waktu singkat melalui posko-posko yang telah dibentuk.
“Kami telah menyiagakan personil dilengkapi peralatan lengkap dan membentuk posko siaga selama masa Siaga Nataru. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan listrik andal agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun baru dengan nyaman,” tutur Usman Bangun. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post