Surakarta, Barta1.com — Literasi mengenai energi bersih di lingkungan akademisi semakin diperkuat melalui kolaborasi antara PT PLN (Persero) dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Edukasi ini terwujud dalam Kuliah Umum bertema “PLN Mendukung Penggunaan Green Energy Melalui REC” yang diselenggarakan di Sekolah Pascasarjana UNS belum lama.
Kegiatan ini secara spesifik bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada sivitas akademika mengenai peran PLN dalam penyediaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan skema Renewable Energy Certificate (REC), termasuk potensi pemanfaatan energi dari pengolahan sampah.
Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Informasi dan Internasionalisasi (PKII) UNS, Prof. Irwan Trinugroho, menyambut baik inisiatif ini. “Kehadiran PLN memberikan nilai tambah yang sangat berarti bagi pengembangan wawasan akademik kami,” ujarnya, mengakui pentingnya pemahaman praktis tentang energi bersih.
Prof. Irwan Trinugroho menambahkan bahwa kuliah umum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi energi bersih di lingkungan kampus, sekaligus mendukung inisiatif Green Campus UNS.
Di sisi lain, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng-DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menekankan bahwa REC adalah instrumen hukum yang memastikan bahwa energi listrik yang digunakan pelanggan berasal dari sumber energi hijau. “REC memberikan pengakuan resmi kepada pelanggan yang berkomitmen menggunakan energi terbarukan,” katanya.
Melalui mekanisme REC, PLN mengajak partisipasi aktif masyarakat dan institusi pendidikan seperti UNS dalam mewujudkan transisi menuju energi bersih. Partisipasi ini selaras dengan komitmen nasional.
Komitmen PLN tersebut juga tercermin dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, di mana pembangunan pembangkit listrik nasional memprioritaskan EBT. Bramantyo menyebutkan bahwa, “Pemerintah dan PLN telah menegaskan pengalihan bauran energi dari dominasi batu bara menuju energi hijau agar Indonesia berada pada jalur yang jelas menuju Net Zero Emissions 2060.”
Oleh karena itu, penguatan wawasan di kampus seperti UNS dianggap krusial. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendukung praktik nyata menuju energi yang lebih hijau. (**)
Editor:
Iverdixon


Discussion about this post