Jakarta, Barta1.com — PLN Indonesia Power (PLN IP) dan Huawei baru-baru secara resmi menandatangani Joint Study Agreement (JSA) untuk mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan solusi digital mutakhir dalam operasional pembangkit, khususnya untuk sistem inspeksi cerdas.
Kolaborasi ini menandai langkah strategis PLN IP dalam memimpin transformasi digital di sektor energi nasional. Langkah sinergis ini difokuskan pada peningkatan efisiensi operasional dan penguatan aspek keselamatan melalui teknologi terkini.
AI akan diuji coba untuk memastikan pemantauan kondisi peralatan lebih presisi dan responsif, jauh melampaui metode inspeksi konvensional. Inisiatif ini juga selaras dengan komitmen pemerintah dalam percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon.
Studi bersama ini akan dilakukan di PLTU Banten 3 Lontar, yang dipilih sebagai lokasi pilot project dan uji kelayakan penerapan teknologi digital berbasis AI.
Selain inspeksi cerdas, kerja sama ini juga mencakup pengembangan solusi digitalisasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), penguatan keamanan siber, dan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung seluruh aspek operasional pembangkit.
Proyek ini akan melibatkan tinjauan mendalam terhadap berbagai aspek, mulai dari teknis, keselamatan, bisnis, hukum, risiko, hingga lingkungan, sebagai fondasi untuk keputusan implementasi skala penuh.
Tujuannya adalah menciptakan fondasi kuat bagi penerapan solusi digital yang mampu menjawab tantangan industri ketenagalistrikan modern.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menekankan bahwa kerja sama ini adalah manifestasi dari visi perusahaan.
“Kolaborasi dengan Huawei adalah wujud nyata transformasi digital di sektor ketenagalistrikan. Kami ingin memastikan pembangkit PLN IP tidak hanya andal, tetapi juga mengedepankan keselamatan dan efisiensi melalui teknologi terkini,” ujar Bernadus Sudarmanta, dikutip Senin (01/12/2025).
Bernadus menambahkan fokus pada teknologi mutakhir bertujuan ganda: meningkatkan efisiensi dan mendukung tujuan lingkungan.
“Ini adalah langkah penting menuju ekosistem energi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tambahnya, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung target net zero emission nasional.
Menjadikan PLTU Banten 3 Lontar sebagai benchmark, PLN IP dan Huawei berharap dapat menciptakan model pembangkit listrik cerdas yang dapat direplikasi, memperkuat keandalan pasokan listrik, efisiensi operasional, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin inovasi energi di Asia Tenggara. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post