Manado, Barta1.com – Guna meminimalisir risiko induksi tegangan tinggi, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Suluttenggo kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya mematuhi jarak bebas minimum atau Right of Way (ROW).
Dalam sosialisasi terbarunya, Rabu 26 November 2025, PLN secara persuasif ajak warga jaga jarak aman dari jaringan listrik dan antisipasi potensi bahaya listrik demi keselamatan lingkungan sekitar.
Fokus utama dalam edukasi ini adalah penerapan aturan jarak aman minimal 3 meter dari Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kilo Volt (kV). Pelanggaran terhadap batas jarak ini sangat berbahaya karena loncatan listrik (induksi) dapat terjadi tanpa harus menyentuh kabel secara langsung, terutama dalam kondisi cuaca basah atau lembab.
Manager UP2D Suluttenggo, Muhammad Ariamudin, menyatakan ketidaktahuan masyarakat akan zona aman ini sering menjadi pemicu kecelakaan serius.
Ia menekankan bahwa aktivitas konstruksi bangunan, pemasangan baliho atau papan reklame, hingga keberadaan pohon yang memasuki radius 3 meter dari kabel udara harus segera dikoordinasikan dengan pihak PLN untuk penanganan teknis yang aman.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mendukung penuh langkah tim lapangan yang menyisir area perumahan warga.
“Potensi bahaya listrik eksternal seperti pohon tumbang yang menimpa jaringan tidak hanya memadamkan aliran listrik ke ribuan pelanggan, tetapi juga membahayakan nyawa warga yang berada di sekitarnya,” tutur Usman Bangun.
Dalam kunjungan tersebut, tim PLN juga mengedukasi warga terkait prosedur penebangan pohon yang aman. Masyarakat dilarang keras menebang atau memangkas dahan pohon yang sudah menyentuh atau terlalu dekat dengan jaringan listrik secara mandiri.
Hal ini wajib dilakukan oleh tim profesional PLN dengan peralatan isolasi khusus (Yantek) untuk menghindari aliran arus balik ke tubuh penebang.
Selain aspek eksternal, edukasi ini juga menyentuh aspek mitigasi dini melalui teknologi. Masyarakat diperkenalkan dengan menu pengaduan di PLN Mobile yang memungkinkan pengguna mengirimkan foto lokasi potensi bahaya secara real-time berikut koordinat GPS-nya, sehingga petugas dapat mengisolasi daerah bahaya sebelum terjadi kecelakaan.
PLN berharap, dengan pemahaman yang mendalam mengenai data teknis jarak aman 3 meter ini, masyarakat dapat menjadi mitra aktif dalam pengawasan jaringan. Kepedulian warga untuk tidak mendirikan bangunan atau menanam pohon keras di bawah jalur distribusi menjadi kunci utama dalam mewujudkan ekosistem ketenagalistrikan yang aman dan handal. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post