Luwuk, Barta1.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Luwuk, menuntaskan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi 968 keluarga prasejahtera.
Program hasil kolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menyasar tiga kabupaten di wilayah “Banggai Bersaudara”, yakni Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan (Bangkep), dan Banggai Laut (Balut).
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari realisasi sepanjang tahun 2025 yang bertujuan untuk mewujudkan keadilan energi hingga ke pelosok Nusantara. Fokus utama program ini adalah masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis tinggi, guna memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak dasar berupa akses energi listrik yang mandiri dan legal.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa kehadiran listrik di rumah warga prasejahtera bukan sekadar pemasangan instalasi kabel secara teknis. Menurutnya, akses energi ini merupakan motor penggerak utama dalam meningkatkan taraf hidup serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah terpencil.
“Listrik adalah jantung dari pembangunan dan kesejahteraan. Target PLN bukan sekadar mengejar angka capaian, melainkan memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses energi yang andal dan terjangkau. Dengan hadirnya listrik, kita sedang membuka pintu gerbang menuju kemandirian ekonomi,” ungkap Usman Bangun dalam keterangannya, Rabu (06/05/2026).
Usman menambahkan, PLN terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mengejar target Rasio Elektrifikasi (RE) hingga 100 persen. Ia menekankan bahwa PLN memegang komitmen penuh agar tidak ada satu pun warga, terutama di wilayah kepulauan Sulawesi Tengah, yang tertinggal dalam kegelapan akibat keterbatasan biaya pasang baru.
Seluruh penerima manfaat dalam program BPBL ini telah melewati proses verifikasi lapangan yang ketat oleh Direktorat Ketenagalistrikan serta Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM. Langkah ini diambil untuk menjamin akuntabilitas serta memastikan bantuan tersebut jatuh ke tangan keluarga yang benar-benar membutuhkan sesuai kriteria pemerintah.
Ketua Tim dari Direktorat Ketenagalistrikan dan Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Rianto Widodo, memberikan apresiasi atas koordinasi solid yang ditunjukkan jajaran PLN di lapangan. Ia menilai transparansi dalam penyaluran bantuan menjadi kunci keberhasilan program strategis nasional ini di wilayah Sulawesi Tengah.
“Program BPBL ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat prasejahtera mendapatkan akses listrik yang layak, aman, dan andal. Kami mengapresiasi dukungan PLN yang telah bersinergi dengan baik. Proses penyaluran dilakukan secara transparan dan akuntabel guna menjamin ketepatan sasaran,” jelas Rianto Widodo.
Selain aspek aksesibilitas, PLN juga menitikberatkan pada standar keamanan instalasi listrik di rumah-rumah warga. Setiap hunian penerima bantuan kini telah dilengkapi dengan Sertifikat Laik Operasi (SLO), yang menjamin bahwa seluruh instalasi listrik di dalam rumah aman untuk digunakan dan memenuhi standar teknis yang berlaku.
Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, mengingatkan para pelanggan baru mengenai pentingnya pemanfaatan listrik yang aman dan produktif secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan akses listrik, tetapi juga merasakan manfaatnya secara berkelanjutan. Seluruh instalasi wajib memenuhi standar teknis demi keselamatan pelanggan,” pungkas Ridwan. (**)
Editor: Ady Putong

Discussion about this post