Jakarta, Barta1.com — PT PLN (Persero) memperkuat ekosistem kendaraan listrik dengan menambah jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga tiga kali lipat di jalur mudik, sebagai respons atas proyeksi lonjakan pengguna mobil listrik selama periode Nataru 2025/2026.
Infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik menjadi fokus utama PLN menjelang periode libur panjang. Perusahaan telah menyiapkan total 4.514 SPKLU di seluruh Indonesia. Angka ini mencerminkan keseriusan PLN dalam mendukung mobilitas kendaraan listrik, khususnya di jalur-jalur strategis yang akan dipadati pemudik.
Peningkatan infrastruktur ini didasarkan pada proyeksi peningkatan jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik roda empat. PLN memperkirakan jumlah mobil listrik yang akan berpartisipasi dalam mudik Nataru akan melonjak signifikan, yaitu dari 12.000 mobil pada tahun sebelumnya menjadi 26.000 mobil pada Nataru 2025/2026.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyebutkan bahwa peningkatan fasilitas SPKLU ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna mobil listrik jarak jauh.
Total 1.515 SPKLU kini terpasang khusus di jalur mudik, yang merupakan peningkatan tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk mengantisipasi ini, PLN menyiapkan stasiun SPKLU di jalur mudik tiga kali lipat dibanding tahun 2024, agar pemudik aman dan nyaman dan tersebar di 865 lokasi pada jalur mudik Sumatera, Jawa, Bali, baik ruas tol maupun non tol dan semua stasiunnya sudah 100 persen terpasang,” kata Suroso, menjelaskan detail kesiapan infrastruktur.
Keseluruhan 4.514 SPKLU yang disiapkan PLN akan melayani kebutuhan pengisian daya secara nasional, yang tidak hanya mencakup jalur mudik utama tetapi juga kawasan urban dan lokasi-lokasi strategis lainnya. Ketersediaan infrastruktur ini diharapkan menghilangkan kekhawatiran para pemilik kendaraan listrik dalam melakukan perjalanan jauh.
Dengan kesiapan infrastruktur kelistrikan yang andal, didukung oleh daya mampu pasok mencapai 53,9 GW dan reserve margin yang aman, PLN optimistis dapat melayani lonjakan kebutuhan masyarakat, baik untuk konsumsi rumah tangga, fasilitas publik, maupun ekosistem kendaraan listrik, selama periode siaga Nataru 2025/2026. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post