Jakarta, Barta1.com – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) berhasil memperluas layanan bisnis non-kelistrikan mereka ke pasar global, khususnya melalui layanan Maintenance, Repair & Overhaul (MRO). Langkah strategis ini dinilai memperkuat posisi Indonesia di panggung energi internasional, sejalan dengan peningkatan kapabilitas teknis anak bangsa.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyampaikan baru-baru bahwa kepercayaan global ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi perusahaan. Ia menegaskan, layanan MRO yang kini dipercaya di tingkat internasional adalah bukti bahwa kompetensi Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya menjaga keandalan pembangkit di dalam negeri, tetapi juga membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Bernadus menambahkan, setiap proyek MRO yang dikerjakan oleh Unit Bisnis Pemeliharaan (UBH) dan anak perusahaan PLN IP Services mendukung efisiensi energi dan keberlanjutan di tingkat global.
Berbekal pengalaman lebih dari 30 tahun sebagai pusat keahlian pemeliharaan pembangkit, UBH dan PLN IP Services kini tidak hanya melayani kebutuhan domestik, tetapi juga telah dipercaya oleh klien internasional di Asia dan Timur Tengah. Layanan MRO ini dirancang untuk memastikan keandalan dan efisiensi aset energi pelanggan, baik di dalam negeri maupun di pasar global.
Kepercayaan global terhadap layanan MRO PLN IP tercermin dari berbagai proyek yang telah ditangani di luar negeri, meliputi supervisi mekanikal di Malaysia, Technical Advisor untuk inspeksi turbin dan generator di Vietnam, Low Speed Balancing di Filipina, hingga O&M sektor distribusi di Kuwait. Bahkan, layanan ini juga mencakup perawatan berkala di Kamboja serta ekspor komponen dan dukungan teknis ke Singapura dan China.
“Langkah ini sejalan dengan Asta Cita perusahaan untuk menjadikan Indonesia berdaya saing dan berkelanjutan,” kata Bernadus.
Kepercayaan global terhadap MRO PLN IP, imbuhnya, bukan hanya mendatangkan devisa, tetapi juga memperkuat reputasi Indonesia sebagai pusat keahlian energi hijau.
Skala operasional di dalam negeri menjadi fondasi kuat yang memungkinkan ekspansi global ini. PLN IP mengelola total kapasitas pembangkit hingga 22,8 GW, yang menjadi medan pelatihan dan peningkatan kompetensi berkelanjutan. Sebagai contoh konkret pembangunan infrastruktur energi yang dilakukan PLN Group, mereka sukses melakukan energize Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV yang menghubungkan PLTMG Flores dengan GI 70 kV Labuan Bajo.
Melalui UBH dan PLN IP Services, Bernadus menyimpulkan, Indonesia kini memimpin inovasi yang menghubungkan kompetensi lokal dengan panggung internasional dengan standar yang diakui global. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post