Banda Aceh, Barta1.com – Bencana banjir yang melanda Provinsi Aceh menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur energi, memaksa PT PLN (Persero) mengambil langkah cepat dan masif untuk memulihkan kelistrikan. Kerusakan terparah terjadi pada jaringan transmisi utama, di mana 10 tower tegangan tinggi roboh dan tiga lainnya mengalami gangguan struktur akibat debit air yang sangat tinggi.
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengonfirmasi mobilisasi skala besar untuk menangani krisis ini.
“Jadi untuk penanganannya dan pemulihannya, PLN sudah mengirimkan tujuh tower emergency dengan menggunakan pesawat Hercules dari Halim menuju Aceh, dengan tambahan hampir 130 personel dari personel yang ada di Aceh,” kata Lukman dilansir Republika.co.id, Jumat (28/11/2025).
Pengiriman tujuh tower emergency menggunakan pesawat Hercules menunjukkan tingkat kedaruratan dan kecepatan yang diperlukan untuk memulihkan sistem. Langkah ini dibarengi dengan pengerahan hampir 130 personel tambahan untuk memperkuat tim lokal yang sudah bekerja di lapangan.
Kejadian ini sangat memengaruhi keandalan suplai yang biasanya stabil. Berdasarkan data PLN, Sistem Kelistrikan Aceh memiliki Daya Mampu Pembangkit sebesar 550 MW dengan Beban Puncak rata-rata 420 MW.
Gangguan pada 10 tower transmisi 150 kV tersebut berisiko serius mengurangi kemampuan transmisi daya dari pembangkit utama ke Gardu Induk (GI) distribusi.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menekankan pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak bencana di Sumatra menjadi prioritas utama pemerintah.
Fokus pemulihan mencakup Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau yang tengah menghadapi gangguan infrastruktur akibat cuaca ekstrem.Yuliot Tanjung menegaskan prinsip utama dalam penanganan bencana.
“Yang pertama kelistrikan, untuk daerah terdampak itu harus dipastikan aman. Dan juga bagaimana penyaluran kalau ada kondisi yang menyebabkan sebagian infrastrukturnya terganggu,” ujarnya.
Pemerintah meminta PLN mengatur langkah teknis secara cepat di area yang sudah kembali aman dijangkau, demi mengamankan pasokan dan memberikan penerangan kepada masyarakat terdampak. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post