Jakarta, Barta1.com– Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur energi di wilayah Sumatra yang terdampak bencana, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau, adalah prioritas nasional.
Gangguan akibat cuaca ekstrem yang merusak jembatan dan menyebabkan longsor telah menghambat pergerakan petugas dan distribusi logistik pemulihan. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyatakan fokus utama pemerintah dalam penanganan pasca-bencana.
“Yang pertama kelistrikan, untuk daerah terdampak itu harus dipastikan aman. Dan juga bagaimana penyaluran kalau ada kondisi yang menyebabkan sebagian infrastrukturnya terganggu,” ujar Yuliot, Jumat (28/11/2025) dilansir Republika.
Terkait upaya konkret, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, menjelaskan PLN telah mengambil langkah luar biasa untuk memulihkan sistem kelistrikan yang terganggu akibat robohnya 10 tower transmisi 150 kV.
“Jadi untuk penanganannya dan pemulihannya, PLN sudah mengirimkan tujuh tower emergency dengan menggunakan pesawat Hercules dari Halim menuju Aceh, dengan tambahan hampir 130 personel dari personel yang ada di Aceh,” kata Lukman.
Pemerintah meminta PLN mengatur langkah teknis secara cepat di area yang sudah kembali aman dijangkau. Setelah pemulihan kelistrikan, pemerintah juga fokus memantau distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang terhambat longsor dan putusnya jembatan.
Pertamina Patra Niaga turut menyalurkan BBM ke SPBU yang masih dapat dijangkau.Dalam upaya antisipasi Natal dan Tahun Baru, Kementerian ESDM bersama Pertamina dan BPH Migas menggelar konsolidasi untuk memperkuat cadangan BBM.
Cadangan disiapkan meningkat dari posisi 22 hari menjadi 26 sampai 28 hari, guna mengantisipasi peningkatan permintaan maupun hambatan distribusi di lapangan.
Data kelistrikan menunjukkan bahwa Aceh, yang menjadi fokus utama pemulihan, mengandalkan jaringan 150 kV yang terintegrasi dengan sistem Sumatra. Gangguan pada transmisi ini sangat vital karena 10 tower transmisi yang roboh sangat memengaruhi alur distribusi daya.
Cadangan daya Sistem Kelistrikan Aceh yang mencapai sekitar 130 MW (dari daya mampu 550 MW dan beban puncak 420 MW) harus dimanfaatkan secara optimal sambil menunggu pemulihan permanen jaringan transmisi.
Yuliot Tanjung menegaskan kembali percepatan akses menjadi faktor krusial dalam memulihkan sistem kelistrikan, mengingat sejumlah titik terdampak longsor dan kerusakan jembatan yang menghambat pergerakan. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post