Manado, Barta1.com — Kolaborasi strategis antara PT PLN (Persero) dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Indonesia baru-baru ini menuai apresiasi tinggi. Bertajuk Program Nusakambangan Berdaya, inisiatif ini menunjukkan bagaimana infrastruktur energi—khususnya produk samping dari proses pembangkitan—dapat menjadi katalisator pemberdayaan sosial yang efektif.
Penghargaan yang diterima PLN pada peringatan Hari Bakti Imipas ke-1 di Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang, Jakarta (19/11/2025), menegaskan peran korporasi energi negara dalam menciptakan dampak berkelanjutan, bahkan di balik jeruji besi Lapas Nusakambangan yang legendaris.
Fokus utama program ini terletak pada pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA), sisa pembakaran batu bara dari PLTU Adipala. Bagi banyak industri, FABA seringkali dianggap sebagai limbah yang menimbulkan masalah lingkungan dan memerlukan penanganan khusus.
Namun, PLN mengubahnya menjadi peluang emas. Program ini membekali warga binaan Nusakambangan dengan keterampilan teknis untuk mengolah FABA menjadi berbagai produk konstruksi bernilai ekonomi, seperti batako, paving block, roster beton, dan buis beton.
Inovasi pemanfaatan FABA ini bukan sekadar kegiatan daur ulang, melainkan sebuah transformasi Lapas menjadi pusat produktivitas. Keterampilan yang diperoleh warga binaan adalah modal nyata yang dapat digunakan segera setelah mereka kembali ke masyarakat.
Ini selaras dengan visi Imipas untuk memastikan bahwa narapidana tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga memiliki bekal kemampuan produktif yang mencegah residivisme dan meningkatkan kesejahteraan jangka panjang.
Apresiasi yang disampaikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, menegaskan bahwa penghargaan tersebut melampaui seremoni semata. Ia memandang dukungan PLN sebagai wujud nyata dari kolaborasi lintas sektor yang diamanatkan oleh Presiden.
“Ini semua merupakan wujud kerja sama dan kolaborasi… seluruh unsur bangsa harus bergerak bersama, saling memperkuat, saling mengisi untuk mencapai lompatan kemajuan,” ujar Agus, menempatkan PLN sebagai mitra kunci dalam menjalankan fungsi kementerian.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyambut penghargaan tersebut dengan perspektif yang luas mengenai peran listrik. Ia menekankan bahwa listrik adalah katalis pembangunan multidimensi.
Lebih dari sekadar penerangan, listrik membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong peningkatan kesejahteraan. Kolaborasi seperti “Nusakambangan Berdaya” menjadi bukti bahwa dampak positif energi dapat menjangkau lapisan masyarakat paling rentan.
Untuk memahami konteks Program Nusakambangan Berdaya, penting untuk melihat sumber daya FABA yang digunakan. Program ini bersumber dari PLTU Adipala, yang terletak di Cilacap, Jawa Tengah, berdekatan dengan lokasi Lapas Nusakambangan.
PLTU Adipala merupakan salah satu tulang punggung kelistrikan di Jawa-Bali. Dengan kapasitas terpasang yang signifikan, PLTU ini menghasilkan FABA dalam jumlah besar yang kini berhasil diubah menjadi bahan baku produktif.
Berdasarkan data operasional kelistrikan, PLTU yang membakar batu bara, seperti Adipala, umumnya menghasilkan volume FABA yang besar, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat membebani lingkungan.
Pemanfaatan FABA oleh warga binaan ini tidak hanya mengurangi beban limbah PLN, tetapi juga menciptakan ekonomi sirkular yang sempurna. Produk-produk seperti batako dan paving block tersebut bahkan dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas internal Lapas atau proyek infrastruktur di area sekitar.
Inisiatif ini juga selaras dengan langkah pemerintah menetapkan FABA sebagai limbah non-B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Regulasi ini membuka keran pemanfaatan FABA secara luas. Dengan adanya landasan hukum ini, kolaborasi PLN-Imipas dapat terus dikembangkan, memastikan ketersediaan bahan baku yang sah dan aman bagi program pemberdayaan warga binaan.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menambahkan pembekalan keterampilan ini adalah solusi jangka panjang untuk peningkatan kapasitas masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi model bagaimana BUMN dapat memainkan peran aktif dalam isu-isu sosial yang kompleks.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kolaborasi dapat membawa manfaat jangka panjang bagi warga binaan,” tutup Adi, menggarisbawahi komitmen PLN. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post