Kotamobagu, Barta1.com — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, gejolak harga kebutuhan pokok mulai terasa di sejumlah wilayah Kota Kotamobagu. Kondisi tersebut mendorong Ketua DPC PKB Kotamobagu, Jusran Deby Mokolanot, S.Ag, M.Si (JDM), mengeluarkan seruan tegas agar Pemerintah Kota segera mengaktifkan operasi pasar untuk meredam lonjakan harga.
JDM menilai kenaikan harga menjelang akhir tahun merupakan pola tahunan yang selalu mengguncang daya beli masyarakat. Ia mengatakan, tanpa intervensi cepat dari pemerintah, harga bahan pokok dapat melambung jauh dari normal.
“Tinggal beberapa minggu kedepan ada perayaan Natal bagi umat Kristiani dan juga Tahun Baru 2026, untuk itu, kami minta Dinas Perdagangan serta dinas terkait lainnya, segera persiapkan dan lakukan operasi pasar,” tegas Jusran Mokolanot.
Menurut data Badan Pangan Nasional, komoditas seperti cabai, beras, dan gula memang mengalami kenaikan di sejumlah daerah, termasuk Sulawesi Utara. Hal ini memperkuat alasan bahwa operasi pasar diperlukan untuk menahan potensi kenaikan lebih tinggi di Kotamobagu.
Wakil Ketua I DPRD Kotamobagu tersebur menegaskan bahwa langkah pemerintah tidak boleh hanya reaktif. Ia meminta kebijakan yang proaktif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Agar dapat diantisipasi kelangkaan bahan pokok dan potensi permainan harga oleh oknum-oknum yang memanfaatkan momentum Natal dan Tahun Baru 2026 ini,” ujarnya.
Kenaikan harga menjelang libur panjang sering dipicu tingginya permintaan masyarakat. Tanpa pengawasan, pelaku usaha tertentu kerap memanfaatkan situasi tersebut untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Ini, menurut JDM, menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi rumah tangga.
JDM juga menekankan bahwa pengawasan stok dan distribusi menjadi aspek lain yang harus diprioritaskan pemerintah. Ketersediaan barang di pasaran harus terus dipantau agar tidak terjadi kekosongan yang bisa memicu harga semakin melonjak.
Tak hanya soal harga, aspek keamanan pangan juga menjadi sorotannya. Ia meminta dinas terkait memastikan tidak ada produk pangan kedaluwarsa yang beredar di Kotamobagu. “Perlu ada pengawasan bahan pokok agar masyarakat tidak membeli makanan atau minuman yang kedaluwarsa. Ini masalah yang muncul setiap tahun,” tuturnya.
Setiap musim liburan besar, temuan makanan dan minuman kedaluwarsa memang meningkat, baik di toko kelontong maupun minimarket. Karena itu, JDM menilai inspeksi lapangan tidak boleh hanya simbolis atau menjelang hari-H, tetapi dilakukan secara rutin dan menyeluruh.
Menurutnya, Pemkot Kotamobagu harus mengoordinasikan Dinas Perdagangan, Satpol PP, hingga aparat kecamatan agar gerakan pengendalian harga dan pengawasan pangan berjalan efektif. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar permasalahan tahunan ini tidak kembali terulang.
Dengan berbagai desakan tersebut, JDM berharap pemerintah dapat bergerak cepat agar masyarakat bisa menyambut Natal dan Tahun Baru 2026 tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. “Stabilitas harga adalah hak masyarakat, dan pemerintah harus hadir,” tandasnya.***
Peliput : Angga Rasid


Discussion about this post